Mengaku Keliru, RSMY Kembalikan Uang Pasien Reaktif COVID-19

0
131

BengkuluKito.Com, – Pihak Rumah Sakit M. Yunus (RSMY) Bengkulu, akhirnya mengakui jika terjadi kekeliruan perihal pasien isolasi mandiri berinisial SH (60) warga Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu, dengan hasil rapid test reaktif Corona Virus Disease atau COVID-19, yang dimintai bayaran senilai Rp. 6,7 juta.

Permintaan pembayaran tersebut usai pasien dirawat selama lima hari di ruang Fatmawati RSMY.

Disampaikan Direktur RSMY, Zulkimaulub Ritonga, dirinya mengaku ada kekeliruan dari pihak administrasi hingga pasien tersebut ditagih biaya perawatan.

“Ada kekeliruan dari pihak admin. Kami mengira pasien SH berasal dari ruangan lain,” kata Zulki saat dimintai konfirmasi, Sabtu (13/6/2020).

Zulkimaulub mengatakan, dia telah meminta pegawai RS datang ke rumah pasien dan mengembalikan uang yang sudah di setor tersebut.

“Hari ini pihak rumah sakit telah saya minta mendatangi rumah pasien untuk mengembalikan uang tersebut,” ungkapnya.

Disisi lain, Efran selaku anak kandung pasien SH bersyukur uang yang sempat ditagihkan sudah dikembalikan lagi.

“Baru saja dari rumah sakit menyelesaikan administrasi rumah sakit untuk mengambil jaminan,” demikian Efran.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, menyayangkan atas adanya biaya isolasi di RSUD M. Yunus Bengkulu untuk pasien yang dinyatakan reaktif COVID-19.

Atas hal itu juga, Komisi IV akan memanggil pihak RSUD M. Yunus untuk mempertanyakan hal yang terjadi. Karena menurutnya, isolasi pasien reaktif COVID-19 masih ditanggung oleh pemerintah. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here