Polda Bengkulu Dukung Kebijakan ‘New Normal’

0
47

BengkuluKito.Com, – Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu sepenuhnya akan mendukung kebijakan pemerintah khususnya Provinsi Bengkulu, terkait penerapan tatanan ‘New Normal’, Kamis (28/5/2020).

Hal ini usai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengumumkan penerapan tatanan ‘New Normal’ di seluruh Republik Indonesia, dan Provinsi Bengkulu akan menjadi provinsi pertama yang akan menerapkan hal tersebut.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, mengatakan Polda Bengkulu siap untuk mendukung tatanan kehidupan new normal yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam bentuk membantu mendisiplinkan masyarakat menuju kehidupan normal baru.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno.

Baik melalui sosialisasi menggunakan media mainstream dan media sosial, maupun kegiatan nyata di lapangan melalui patroli dialogis dan penjagaan di tempat – tempat umum bersama stakeholder yang lain seperti TNI, Satpol PP dan seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menaati aturan dan protokol new normal live agar aktifitas kita tidak terhambat dan penyebaran COVID-19 tidak terjadi. Kepedulian dan kesadaran bersama sebagai kunci sukses dalam menjalankan new normal live di Bengkulu,” ungkapnya, dilansir dari tribratanewsbengkulu.com

Adapun maksud dari penerapan tatanan hidup baru atau yang lebih dikenal dengan new normal ialah bagaimana cara manusia hidup berdampingan dengan tantangan yang perlu dikendalikan yakni bersikap hidup normal dengan COVID-19.

Bagaimana sistem kehidupan sosial manusia pada masa ini akan banyak perubahan terjadi, seperti tingginya penerapan psychal distanching, perkumpulan yang dibatasi, penerapan protokol kesehatan yang masif sampai dengan budaya dan tingkah laku yang terbatas.

Efek sampingnya adalah hilangnya kebudayaan manusia yang sosialis dan adanya kesiapan dalam seleksi alam.

Terparah, tatanan hidup yang humanis akan diimplementasikan dalam dunia digital dan tingkah laku kebarat-baratan mau tak mau bakal terjadi.

Kemudian, potensi hilangnya jutaan ras manusia ketika tidak memiliki herd imunnity.

Dari beberapa sumber disebutkan, herd immunity adalah konsep epidemiologi yang menggambarkan bagaimana orang secara kolektif dapat mencegah infeksi jika beberapa persen populasi memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit.

WHO menilai cara mendapatkan herd immunity dengan pembiaran masyarakat tertular oleh virus sebagai hal yang berbahaya dan ancaman bagi kemanusiaan.

Dimana, puluhan ribu orang yang meninggal hanya sekitar 5 persen yang kebal.

Selain itu, herd immunity biasanya digunakan untuk menghitung berapa orang yang perlu divaksin dari populasi untuk menghasilkan efek tersebut.

Oleh sebab itu, vaksin merupakan satu-satunya cara terbaik untuk herd immunity.

Adapun vaksin dari sebuah perlawanan terhadap pandemi hanya akan efektif digunakan apabila sudah benar digunakan secara ampuh selama 1 tahun atau lebih.

“Pandemi HIV/AIDS, Pandemi influenza 1918 (flu Spanyol) dan Pandemi Flu 2009 atau H1N1 sudah kita lewati. Sekarang adalah corona virus disease 2019 sebagai mutasi corona virus sebelumnya,” tandas Sudarno. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here