‘Jangan Pertaruhkan Nyawa 2 Juta Rakyat Provinsi Bengkulu’

0
182

Oleh: Agustam Rachman MAPS

Sebenarnya saya berusaha menahan diri untuk tidak memberikan komentar lagi soal penanganan Corona di Provinsi Bengkulu, guna menghindari polemik.

Tapi pernyataan Gubernur Bengkulu yang akan mempertaruhkan jiwa raga untuk daerah, ‘sangat memaksa’ saya untuk bersuara.

Sekarang ini rakyat dilanda kebingungan ditengah wabah Corona yang berdampak pada krisis ekonomi.

Mereka bingung dari mana uang untuk membayar listrik, PAM, bayar kredit motor, membeli sembako dan lain sebagainya.

Rakyat tidak butuh janji manis politisi, rakyat butuh upaya nyata pemerintah.

Pernyataan Gubernur Bengkulu yang katanya siap mengorbankan jiwa raga patut dihargai.

Tapi faktanya, jangankan menyumbangkan gajinya untuk penanganan Corona seperti dilakukan beberapa kepala daerah di Indonesia, ironisnya Gubernur Bengkulu hanya menganggarkan Rp. 15 miliar dari Rp. 3 triliun lebih APBD Provinsi Bengkulu untuk penanganan Corona.

Padahal, pemerintah pusat sudah memberikan keleluasaan kepada pemda untuk melakukan pergeseran anggaran yang dinilai tidak mendesak untuk dialihkan menjadi anggaran penanganan Corona.

Jika kita bandingkan dengan anggaran penanganan Corona di provinsi tetangga misalnya Lampung sebesar Rp. 246 miliar dan Provinsi Riau sebesar Rp. 160 miliar, maka terlihat Pempropv Bengkulu tidak serius menangani Corona.

Sekali lagi, pernyataan gubernur yang siap berkorban jiwa raga patut dihargai. Tapi, publik minta gubernur jangan main-main menangani Corona karena ini menyangkut nyawa 2 juta lebih penduduk Provinsi Bengkulu.

 

Penulis adalah Pengamat Kebijakan Publik. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here