Karyawan Bank Bengkulu Positif COVID-19, Ini Penjelasan Lengkap Kadinkes

0
167

BengkuluKito.Com, – Satu orang karyawan Bank Bengkulu berinisial H (55), positif terpapar COVID-19. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat menggelar konferensi pers, Kamis (2/4/2020).

“Untuk kasus konfirmasi atau positif ada 2 orang. Saat ini ada satu kasus yang konfirmasi positif lagi di rawat di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu,” terangnya.

“Ini berdasarkan hasil lab yang kami terima pada tanggal 1 April malam tadi pukul 19.26 WIB, malam tadi kami dapatkan kami terima langsung dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang dengan hasil positif,” tambah Herwan.

Herwan menyebut, yang kasus positif satu orang ini laki-laki (inisial H), usia 55 tahun, alamat Kota Bengkulu.

Dengan gejala klinis, demam naik turun sejak satu minggu yang lalu, batuk sejak satu minggu yang lalu, dan juga ada sesak nafas.

“Riwayat penyakit lain tidak ada. Riwayat perjalanan ke Jakarta, pulang ke Bengkulu pada tanggal 14 Maret 2020,” ujarnya.

Adapun riwayat kontak, sambung Herwan, kontak dengan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Jakarta.

“Spesimen diambil tanggal 27 Maret 2020, hasil lab kita terima tanggal 1 Maret 2020 pukul 19.26 WIB, dengan hasil laboratorium positif,” ungkapnya.

Pasien ini, kata Herwan, awalnya berobat ke dokter umum, lalu ke posko yang ada di RSUD M. Yunus pada tanggal 26 Maret 2020 dan dilakukan rontgen.

“Pasien ini awalnya tidak dirawat, hanya dilakukan isolasi mandiri di rumah 14 hari. Tadi pagi, pasien ini dirujuk dan kita jemput ke rumah sakit untuk perawatan di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu,” tuturnya.

Kemudian, lanjut dia, tadi siang pihaknya sudah melakukan verifikasi penyelidikan oleh tim untuk melakukan tindak lanjut.

Yaitu, menelusuri terhadap perjalanan sejak sampai Bengkulu, selama isolasi dan riwayat-riwayat lain selama pasien ini melakukan kontak, baik kontak berat kontak sedang dan kontak ringan.

Selain itu, Herwan menjelaskan, total kasus ODP itu sebanyak 313 orang. ODP yang sudah dinyatakan sehat dari pemantauan selama 14 hari ada 68 orang. Ada ODP yang jadi PDP 1 orang, kemudian ODP yang konfirmasi tidak ada.

“ODP meninggal satu orang, ODP yang saat ini masih dalam pemantauan 243 orang. Untuk kasus PDP, kita ada 7 kasus PDP. PDP yang dinyatakan sehat ada 2 orang, PDP yang positif atau konfirmasi ada 2 orang, untuk PDP yang meninggal sebanyak 3 orang,“ tandasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here