Ini Kronologis Perjalanan Pasien Positif COVID-19 di Bengkulu

0
45

BengkuluKito.Com, – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial NS (59) yang positif terpapar Virus Corona COVID-19 dan telah meninggal dunia, diketahui berasal dari Provinsi Lampung.

Pasien datang ke Bengkulu dalam rangka jamaah tablig, Selasa (31/3/2020).

Adapun kronologisnya, pasien NS datang ke Bengkulu naik Bus Putra Rafflesia pada tanggal 5 Maret yang lalu. Yang bersangkutan tinggal bersama jamaah tablig di Masjid Agung At Taqwa Kota Bengkulu, lebih kurang dua minggu.

Setelah itu ada gejala sakit, pasien sempat dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Kota Bengkulu (RSHD). Baru pada tanggal 24 Maret, pasien dirujuk ke Rumah Sakit M. Yunus.

“Tadi malam kita dapatkan hasil lab-nya, karena sesuai prosedur ketika dikirim ke rumah sakit rujukan, kita ambil spesimen kita kirim ke laboratorium yang ditunjuk. Tadi malam positif, dan Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, pagi tadi pukul 07.30 WIB yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, saat menggelar konferensi pers.

Rohidin mengatakan, orang-orang yang pernah berinteraksi dengan pasien harus ditelusuri, baik petugas kesehatan tempat pasien dirawat hingga alat transportasi yang pernah digunakannya.

“Sampai lapis kedua dan ketiga yang pernah berinteraksi, sekali lagi harus ditelusuri. Demikian juga yang berinteraksi ketika perawatan di Rumah Sakit Kota Bengkulu (RSHD). Para petugas kesehatan, para karyawan, mungkin sopir angkot dan seterusnya, alat transportasi yang digunakan, semua disisir semua ditelusuri,” sampainya.

Maka dari itu, kata Rohidin, Gugus Tugas Kota Bengkulu memastikan berapa jumlah orang yang pernah kontak dan berinteraksi dengan almarhum, dipastikan diisolasi di tempat tertentu yang terpisah.

“Dengan semua fasilitas pelayanan kesehatan yang ada yang berlaku umum, silahkan tentukan dengan kota dan diurus semua warga kota yang berinteraksi dengan almarhum,” ucapnya.

“Pada waktu isolasi dengan orang-orang yang berinteraksi mulai dari Putra Rafflesia, lebih kurang dua minggu berjamaah di Masjid Agung At Taqwa, perawatan ketika di Rumah Sakit Kota Bengkulu (RSHD),” tambah Rohidin.

Karena ketika di Rumah Sakit M. Yunus, terang Rohidin, SOP penanganannya sudah standar, sampai (pasien) meninggal pagi tadi.

“Jadi kita yakinkan, ketika mulai masuk ke wilayah Rumah Sakit M. Yunus, kuman itu sudah bisa diputus. Karena sekali lagi penanganannya sudah menggunakan SOP suspect COVID-19 sebagai wabah penyakit menular,” tuturnya.

Sampai pagi ini, sambung Rohidin, pihaknya melakukan penanganan jenazah sudah memenuhi dan mengikuti standar protokol kesehatan dengan ketentuan-ketentuan yang sudah baku.

“Maka dari itu, kami minta kepada Kota Bengkulu dalam hal ini wali kota untuk menentukan lokasi pemakaman, menghubungi pihak keluarga almarhum untuk memastikan sekali lagi semua mandat protokol kesehatan itu bisa dipatuhi dengan baik,” katanya.

“Karena kita cuma satu kesimpulannya, saya ingin memutus mata rantai ini,” tandas Gubernur Bengkulu. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here