Tahap 2, Disnakertrans BU Bakal Bangun Auning Kuliner dan Taman Buah di Embung Wisata KTM Lagita

0
292

BengkuluKito.Com, – Usai pembangunan tahap pertama Embung Wisata Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita tahun 2019, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) kembali bakal mengembangkan pembangunan tahap dua di sekitar lokasi itu, Minggu (29/3/2020).

Bupati Bengkulu Utara, Mian saat bersama Wakil Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI.

Pengembangan tersebut guna menarik animo masyarakat untuk berkunjung.

Pembangunan tahap dua nantinya berupa tempat jualan atau auning kuliner, taman buah, taman bermain, dan lapangan parkir.

Hal ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara terhadap pembangunan kawasan transmigrasi.

Disamping juga pembangunan infrastruktur jalan penghubung antar satuan pemukiman yang selama ini belum tersentuh sejak penempatan transmigrasi.

Selain itu, pembangunan sektor lain untuk pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi dan pembangunan objek wisata.

Tahun 2019, Bupati Bengkulu Utara bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi melakukan ekspos di Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta, dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan pendanaan.

Salah satu keberhasilan yang didapat adalah pembangunan Embung Wisata di pusat KTM Lagita.

Karena keterbatasan anggaran Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, maka pembangunannya dilakukan secara bertahap. Tahun anggaran 2019 dibangun tahap pertama.

Tidak hanya itu, Bupati Bengkulu Utara terus melakukan pendekatan dengan Wakil Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI untuk mendapatkan porsi anggaran guna mewujudkan objek wisata baru di pusat KTM Lagita.

Kata Kadisnakertrans Bengkulu Utara, Fahrudin, untuk tahap dua ini rencananya pembangunan di sekeliling Embung Wisata. Di situ nanti ada jajanan kuliner atau auning, taman buah, dan tempat bermain.

“Untuk pembangunan itu baru kita usulkan tahun ini (2020). Jadi Tahap 2 ini proposalnya baru masuk kemarin ke kementerian untuk pengembangan Embung Wisata,” ujarnya.

Lokasinya itu, lanjut Fahrudin, di pusat KTM Lagita Desa Urai Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara.

“Pelaksana kegiatan pembangunan nanti itu langsung dari Disnakertrans dan dananya bersumber dari Kementerian Desa. Kita tetap mengusulkan ke situ,” terangnya.

Terkait pihak yang bakal mengelola Embung Wisata? Fahrudin menjawab, “kita belum tahu karena nanti di pusat KTM Lagita itu ada kantor pengelola. Mungkin ini nanti ada dari beberapa instansi atau dinas yang dibentuk menjadi satu kantor pengelola. Nanti mereka yang akan mengelola kantor pusat KTM Lagita itu,”

Di lokasi itu, sampai Fahrudin, ada masjid, rumah sakit, Embung Wisata, dan pengembangan lainnya seperti tempat olahraga atau Sport Center.

“Kalau kami mengusulkan gedung pengelola kemarin, namun pihak kementerian belum mau karena harus dibentuk dulu struktur pengelolanya. Kalau sudah dibentuk, nanti mereka bangunkan gedung pengelola,” tuturnya.

“Pelaksanaan tahap dua ini, kita kan baru ngusul kan ke kementerian, kalau memang punya dana nanti tahun 2021, kalau disetujui proposal ini. Jadi pembangunan tahap dua ini merupakan pengembangan dari pembangunan Embung Wisata tahap pertama,” jelasnya.

Kalau pembangunan tahap pertama Embung Wisata itu, lanjut Fahrudin, cuma pembuatan waduk atau kolam, pemadatan atau meratakan (tanah) sekeliling Embung, serta pembuatan aliran air untuk masuk dan keluar.

“Untuk pembangunan tahap satu itu menghabiskan dana sekitar Rp. 400 juta dari Kementerian Desa. Tahap 1 sudah selesai tahun kemarin,” sebutnya.

“Jadi untuk tahap dua belum tahu kita kapan pembangunannya, tetapi bupati melalui Disnakertrans mengusulkan untuk tahap 2 tahun 2021,” ungkapnya.

Tahun kemarin, Fahrudin menyebut, pihak Disnakertrans sebenarnya sudah mengusulkan tahap dua ini, tapi karena kementerian itu banyak dananya yang dialihkan, jadi akhirnya belum terlaksana.

“Dana di kementerian minim sekarang itu apalagi dengan adanya kasus virus Corona ini, akhirnya banyak paket-paket pembangunan kita yang terhapuskan,” tuturnya.

Makanya, terang Fahrudin, kemarin saat bicara dengan orang kementerian agar dikaji lagi dan dilihat sebatas mana virus Corona ini.

“Mereka juga belum berani menganggarkan itu karena kita belum tahu virus Corona ini sebatas mana, apakah lebih parah atau seperti apa kita nggak tahu ni,” sampainya.

Fahrudin berpesan, kalau pengembangan Embung Wisata sudah dilaksanakan agar nantinya dijaga kebersihan dan kerapiannya dan jangan dirusak.

“Embung Wisata ini kan untuk masyarakat juga. Kita memberi fasilitas untuk warga itu tempat wisata atau tempat rekreasi kalau misalkan mereka lagi suntuk. Bisa menjadi tempat jalan-jalan dan makan bersama keluarga. Juga sebagai peningkatan ekonomi warga sekitar, karena nanti kami siapkan auning-auning di situ untuk warga berjualan,“ tandasnya. (Adv) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here