“Saya Tidak Terkejut”

0
627

Oleh: Agustam Rachman

Saat ini sedang ramai perbincangan soal surat Wali Kota Bengkulu kepada Gubernur Bengkulu yang isinya usulan melakukan lockdown (menutup jalur bandara, jalur darat dan pelabuhan laut, kecuali untuk pengiriman barang).

Dalam surat itu tidak ada usulan soal pelarangan orang untuk keluar rumah seperti di Wuhan.

Publik melihat pak Rohidin seperti kebakaran jenggot karena merasa dikasih bola panas oleh wali kota, soal surat usulan wali kota ke gubernur untuk melakukan lockdown demi keselamatan masyarakat.

Banyak buzzer yang menyerang wali kota di medsos. Mereka meng-share Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018, bahwa lockdown kewenangan pemerintah pusat.

Lah, kan pak Rohidin itukan bagian dari pemerintah pusat. Karena jelas-jelas gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah.

Jadi apanya yang salah dari surat wali kota itu? Apakah gubernur hanya mau kerjanya sekedar tiap hari menghitung dan mengumumkan jumlah orang mati karena Corona?

Kita harus belajar dari Italia, ketika wabah sudah menyebar dan ribuan orang terjangkit tentu akan sulit bagi pemerintah mengatasinya.

Saatnya ‘berbuat luar biasa’, karena yang kita hadapi adalah ‘musibah luar biasa’

Mungkin orang melihat surat itu bersifat politis karena menjelang Pilkada. Itu asumsi keliru, sebab pertama wali kota belum tentu maju sebagai calon gubernur.

Kedua, Pilkada saja ditunda tahapannya, bahkan jika situasi memburuk bisa saja Pilkada ditiadakan.

Ketiga, wilayah Kota Bengkulu merupakan pintu masuk terbesar dimana orang-orang datang baik melalui darat, laut maupun udara.

Jika hal ini tidak diantisipasi, maka masyarakat Kota Bengkulu akan sangat rentan tertular Corona. Jika wabah Corona menjangkiti warga Kota Bengkulu, maka berpotensi akan menyebar ke kabupaten-kabupaten lain.

Keempat, gaya wali kota mungkin terkesan kontroversial bagi sebagian orang, misalnya menggratiskan PDAM dan listrik untuk rumah ibadah.

Kemudian, memperbolehkan rumah dinas dan mobil dinas wali kota untuk pengantin baru, menyiapkan makanan gratis dan creambath gratis bagi keluarga pasien di rumah sakit Kota Bengkulu, memberikan hadiah bagi warga yang rajin sholat jamaah di masjid, dan lain-lain.

Saya tidak terkejut dengan langkah wali kota soal usul lockdown ini.

 

Penulis adalah Praktisi Hukum Sekaligus Pengamat Kebijakan Publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here