Peran Aktif Pemuda Tangkal COVID-19

0
222

Oleh: P. Rahmat Hidayat

Saat ini, dunia sedang terkena serangan wabah virus corona atau COVID-19. Hampir seluruh negara terkena dampak virus ini.

Berdasarkan data WHO terakhir, sudah terjadi 275.864 kasus dan angka kematian sudah mencapai 11.398 dari seluruh negara.

Kematian terbanyak terjadi di negara Italy dengan angka 4.032 orang dari 47.021 kasus yang dilaporkan. Bahkan dari data yang diperoleh, Sabtu (21/3/2020), ada 627 kasus kematian dalam satu hari di Italy.

Dari sini bisa kita lihat, bahwa wabah ini bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.

Kita harus menyiapkan diri dari kemungkinan terburuk. Bahkan negara Italy yang terkenal dengan penanganan kesehatan terbaik se-Eropa pun kewalahan menghadapinya karena diduga terlalu menyepelekan.

Di Indonesia berdasarkan info dari Kemkominfo, sudah terjadi 1.898 kasus yang dilaporkan dan mengakibatkan 32 orang meninggal.

Terbanyak terjadi di DKI Jakarta, dengan 251 kasus dan 18 orang meninggal. Bukan tidak mungkin akan menyebar ke daerah lain jika tidak dilakukan penanganan secara serius oleh pemerintah.

Di Bengkulu berdasarkan info dari Dinkes Provinsi, Rabu (18/03/2020), ada 13 orang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan), 2 PDP (Pasien Dalam Pemantauan), dan 2 orang dinyatakan sehat.

Data ini bisa saja bertambah kalau tidak disikapi dengan serius, baik pemerintah maupun masyarakat, karena penyebaran virus ini bisa meningkat dengan cepat hanya dalam tempo waktu yang singkat.

Penerapan Social Distancing merupakan salah satu langkah terbaik yang harus diterapkan saat ini, tetapi harus dengan maksimal dan konsisten dilakukan oleh semua unsur baik pemerintah maupun masyarakat.

Permasalahan virus ini harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga perekonomian daerah tidak terkena dampak yang bisa mengakibat angka kemiskinan meningkat dan tentunya akan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru nantinya.

Pemanfaatan sosial media seperti laman Facebook, Instagram, group WA dan yang lainnya bisa dimanfaatkan sebagai media untuk mengedukasi terkait virus COVID-19 kepada masyarakat.

Karena menurut data, pengguna sosial media terus meningkat setiap harinya.

Hampir setiap orang pada saat ini memiliki akun media sosial, sehingga pemanfaatan sosial media bisa jadi cara cepat dan efisien karena bisa dilakukan dimanapun berada tanpa harus bertemu langsung, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyebaran virus.

Dalam situasi yang sedang berkembang saat ini, sudah saatnya kaum muda ikut aktif berkontribusi membantu masyarakat.

Langkah yang diambil bisa dengan melakukan pemberian edukasi kepada masyarakat tentang virus corona, seperti apa saja gejala yang ditimbulkan, bagaimana cara penanganan, bagaimana menerapkan pola hidup sehat agar tidak mudah terkena serangan virus dan apa yang harus dilakukan kalau teridentifikasi.

Sehingga, tidak terjadi kepanikan di tengah-tengah masyarakat.

Pemerintah daerah dalam fungsi dan tugasnya menghadapi isu virus corona saat ini wajib memberikan hal yang terbaik kepada masyarakatnya. Baik itu dalam bentuk arahan, keputusan dan pengawasan kepada masyarakat.

Pemerintah daerah juga harus memastikan ketersediaan alat bantu kesehatan seperti Masker dan Sanitizer di lapangan agar tidak langka dan mengakibatkan melonjaknya harga karena permainan para pelaku pasar.

Kemudian, pemeriksaan dan penanganan kepada masyarakat yang baru datang atau kembali dari luar daerah Provinsi Bengkulu demi meminimalisir datangnya virus dari luar daerah.

Organisasi sosial kepemudaan seperti Karang Taruna harus turun dan aktif ambil bagian dalam membantu masyarakat, berikan edukasi tentang virus ini agar masyarakat kita tidak panik dan selalu siap dalam menghadapi kemungkinan terburuk yang disebabkan oleh penyebaran virus corona ini.

Forum RT/RW sebagai struktur pemerintahan paling bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pun wajib aktif dan selalu memberikan info terbaru kepada masyarakat.

Tanpa adanya peran aktif dari pemerintah, organisasi kepemudaan juga tidak akan masksimal di lapangan.

Bisa saja dilakukan sinergi yang positif, contoh kecilnya pembagian masker yang di sediakan pemerintah dan dilaksanakan oleh kaum muda dari organisasi.

Jadi, pemerintah aktif dan kepemudaan pun ikut aktif. Mereka bisa berkontribusi kepada masyarakat sesuai dengan marwah organisasi mereka.

Pada akhirnya, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dapat bersinergi dengan baik, sehingga isu-isu dan permasalahan dimasyarakat bisa diselesaikan dengan cepat secara bersama-sama.

Sehingga kapanpun terjadi hal yang akan berdampak buruk kepada masyarakat, bisa dihadapi dan diselesaikan dengan sigap dan cepat tanpa harus banyak mengorbankan banyak hal yang akan terbuang percuma.

 

Penulis adalah Ketua Karang Taruna Depati Payung Negara Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here