Di TPA Air Sebakul, Imam Masjid Keluhkan Tak Ada Honor Guru Ngaji

0
150

BengkuluKito.Com, – Imam Masjid Al Khadir RT 23 Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, Danaludin, mengeluhkan tidak adanya bantuan honor bagi guru ngaji yang berada di lokasi yang berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul.

Imam Masjid Al-Khadir, Danaludin saat menyampaikan keluhan.

“Kami masih punya kendala, karena walaupun sudah berjalan satu bulan (pengajian) masih bingung (honor). Kalau dari segi gurunya itu, dia secara ikhlas mengajar karena dia adalah tamatan dari pondok pesantren,” keluhnya, di depan anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring yang sedang menggelar reses.

Kata Danaludin, guru ngaji itu merasa kalau ilmu itu tidak diamalkan maka dia merasa berdosa dan tidak bergunanya ilmunya. Karena itu, dia bersedia menyerahkan diri dan tenaganya untuk mengajar di masjid tersebut.

“Alhamdulillah sekarang itu sudah berjalan satu bulan, tetapi kami bingung karena beliau sendiri tidak mengharapkan apa-apa. Tapi kita tahu, selaku manusia biasa perlu makan, minum, tempat dan kebutuhan sehari-hari dan ini harus kita fikirkan,” ungkapnya.

“Jadi, di sinilah kami para pengurus masjid merasa bingung dan mohon kepada pak camat dan pak Usin untuk diberi catatan bagaimana honor ataupun gaji guru ngaji tersebut,” tambahnya, Rabu (12/2/2020).

Selain itu, lanjut Danaludin, di Kelurahan Sukarami RT 23 ini mempunyai dua masjid, pertama Masjid Yaumul Mahsyar dan kedua Masjid Al-Khadir, itu mulai dibangun bulan April 2018 dan difungsikan Agustus 2018.

Semua pembangunan itu adalah dana dari masyarakat, tidak ada satupun bantuan dari departemen agama ataupun pemerintah daerah.

Tapi, ungkap Danaludin, Alhamdulillah Tuhan kiranya kaya mengetuk para dermawan untuk membantu pembangunan tersebut. Sekarang ini, secara fisik kalau di luar itu sudah tampak bagus tetapi di dalamnya masih punya kendala karena Masjid Al-Khadir itu belum punya plafon.

“Hampir setiap hari kami membersihkan kotoran Burung Gereja di dalam masjid, itulah kendalanya. Kami fikir, kalau kami ingin membangun sekarang ini dananya sudah habis untuk membangun masjid,” sampainya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, menyampaikan dirinya akan memasukkan keluhan tersebut di APBD Perubahan.

“Jadi saya tidak punya uang APBD, pengelola uang APBD itu pak wali kota dan gubernur. DPRD itu hanya menganggarkan dan mengesahkan. Kebetulan saya di Komisi I DPRD Provinsi, bidang pemerintahan dan Kesra. Saya juga di badan anggaran,” terangnya.

Untuk masjid, terang Usin, karena DPRD itu punya dana aspirasi tapi bukan uang. Jadi aspirasi yang ada itu dimasukkan melalui masing-masing anggota DPRD.

“Nah, jadi karena ini APBDP nya sudah, pak imam tolong siapkan proposalnya, pengurus masjidnya, di RT mana, serahkan dengan saya. Di anggaran perubahan di bulan Juli-Agustus, itu saya masukkan di APBDP untuk khusus Masjid Al-Khadir,” tutupnya. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here