Usin: Limbah Plastik Itu Bisa Jadi Sumber Pemasukan

0
134

BengkuluKito.Com, – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring menyampaikan tumpukan limbah plastik yang berada di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Air Sebakul, jika dikelola dan dikembangkan dengan baik bisa menjadi pemasukan bagi warga sekitar.

Demikian disampaikannya usai menggelar reses penyerapan aspirasi warga dan meninjau langsung TPA Air Sebakul di Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Saat digelar reses penyerapan aspirasi masyarakat di sekitar lokasi TPA sampah Air Sebakul RT 23 Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Kata Usin, dari tinjauan ke lapangan ada limbah plastik yang susah larut dan itu bisa dikembangkan. Baik itu untuk menjadi paving block, handycraft, asbak rokok, maupun tempat hiasan.

“Tinggal lagi bagaimana kita membuat program itu bersama teman-teman di OPD terkait, dan kita laksanakan,” ucapnya, Rabu (12/2/2020) di TPA sampah Air Sebakul.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi ini menuturkan, apabila sampah bisa terkelola dengan baik, sampah bisa menjadi pemasukan bagi warga sekitar.

“Nah, ini yang harus difikirkan oleh Pemda Provinsi Bengkulu. Tidak hanya Pemda kota saja,” tegasnya.

Kemudian, sambung Usin, ada sampah yang berasal dari limbah yang sifatnya bisa didaur ulang menjadi pupuk dan dikelola menjadi pupuk organik, karena kebutuhan pupuk juga tinggi. Ada juga yang bisa menjadi bio gas.

“Nah, alternatif-alternatif dalam pengelolaan sampah inilah yang harus menjadi fikiran-fikiran dari Pemda Provinsi Bengkulu juga. Dari reses ini kita akan rekomendasikan itu dalam bentuk-bentuk program,” sampainya.

“Karena banyak warga tadi juga mengeluhkan ada DPRD kota dan ada DPRD Provinsi. Saya sudah ke sini, bagaimana hal ini bukan hanya wacana tapi harus menjadi amanah yang harus dijalankan,” tambahnya.

Kalau ini bisa dikerjakan, lanjut Usin, bisa dijadikan program simultan maka akan dimulai.

“Harapan warga sangat kuat dan mereka juga mau. Kalau warga diorganisir, didampingi program-program dalam penguatan ekonominya, sembari juga menguatkan nilai-nilainya saya rasa sampah menjadi titik masuk bagaimana pendapatan warga sekitar, kreatifitasnya, keahliannya, dan produk-produk yang berasal dari sampah itu bisa dipasarkan,” jelasnya.

“Kita mulai dari hal-hal yang kecil seperti ini dulu. Bicara tentang kesejahteraan, kita bicara kesejahteraan yang kecil-kecil dulu,” tandas Usin, yang sebelumnya berprofesi sebagai pengacara. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here