Reses, Warga Sindir Jalan yang Belum Diaspal Lewat Pantun

0
310
Ketua RT

BengkuluKito.Com, – Ada-ada saja cara warga dalam menyampaikan keluhan terhadap pemerintah terkait pembangunan infrastruktur jalan yang belum diaspal, salah satunya dengan cara berpantun.

Undangan reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring di RT 19 Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Hal tersebut dilakukan Ketua RT 19 Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, Harisna Ashari, saat menghadiri reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, Rabu (12/2/2020) malam.

“Pak Mamat jualan kentang, pak Wawan lagi minum teh di dalam gelas. Selamat datang anggota dewan di RT 19. Buah duku ini masih di atas, baju gaun dipakai bebas. Inilah kondisi jalan di RT 19, mulai dari 2012,” ucap Haris, disambut riuh tepuk tangan undangan reses.

Disampaikannya, RT 19 ini dimekarkan pada 2014. Sekarang ini RT 19 sudah beranak menjadi dua RT, yakni RT 29 dan RT 28. Mirisnya RT 19 ini, kalau di RT 29 itu bisa tidur di jalan karena jalannya di aspal, termasuk RT 28.

“Tapi RT 19 ini tidak diamini Wali Kota Helmi Hasan ini. Kalau soal pengusulan, dari zaman kak Yanto, Ujang Umar (RT sebelumnya) kalau proposal sudah tidak tentu lagi. Kalau kira-kira dimuatkan arsip (proposal) di dalam mobil aku, itu penuh bang. Tapi sampai sekarang, tidak ada tanggapan dari pihak Pemkot Bengkulu atau dinas terkait seperti PUPR,” bebernya.

Untuk drainase, kata Haris, pihaknya punya drainase besar namun untuk perbaikan pihaknya melakukan gotong royong bersama warga.

“Cara kami memperbaiki drainase karena tidak mendapat sentuhan dari Pemkot, itu kami laksanakan dengan cara gotong royong agar warga kami di dataran rendah tidak terkena banjir. Itu juga yang kami usulkan, tapi sampai saat ini tidak juga ada tanggapan,” ungkapnya.

Dengan kedatangan bang Usin ini, sambung Haris, dirinya meminta untuk ditanyakan kepada pihak Pemkot maunya seperti apa.

“Terima kasih banyak bang Usin sudah datang di RT kami ini meskipun malam. Tadi tidak akan bisa abang Usin pakai gigi (mobil) empat gigi lima masuk ke dalam gang ini, pasti gigi satu dan dua, karena jalannya abang Usin tahu sendiri. Tidak usah abang Usin keliling (RT), kalau keliling nanti tambah parah bang,” sampainya.

“Jadi kami berusaha dengan sekemampuan kami dengan tenaga kami itu tiap dua bulan sekali kami adakan gotong royong. Itu infrastruktur untuk pembangunan jalan dan drainase,” tambahnya.

Haris mengungkapkan, ada lagi infrastruktur di RT tersebut yang masih memerlukan bantuan, yakni tempat ibadah.

“Di RT kami ini bisa dikatakan 90 persen tidak ada pejabat di sini, mayoritas buru harian tidak tetap. Tempat ibadah itu masih memerlukan bantuan, di samping itu kami juga berusaha sebulan sekali ada petugas kami yang mencari sumbangan masjid. Karena mayoritas warga RT 19 ini penduduknya mayoritas islam,” tuturnya.

“Jadi itu bang keluh kesah kami selama ini, kami ini mau mengadu dengan siapa? Kadang kala saya berfikir RT 19 ini (termasuk) kota Provinsi Bengkulu Kecamatan Selebar Kelurahan Bumi Ayu atau bukan. Jadi dari tahun 2012 tidak pernah tersentuh dari pihak Pemkot,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring sempat membalas pantun yang disampaikan Ketua RT 19.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring saat menyerap aspirasi warga.

“Jalan-jalan ke Pondok Besi jangan lupa membeli ubi, malam ini kita bertemu lagi ingin serap aspirasi,” balas Usin.

Soal jalan, kata Usin, reses ini masa sidang pertama di tahun 2020 dan hasil reses ini akan dibawa kepada pembicaraan di APBD Perubahan.

“Saya dilantik bulan September. Di bulan itu perencanaan pembangunan di tahun 2020 sudah ditetapkan anggota DPRD yang lama,” tandasnya. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here