Bupati BU Disebut Hadir Saat Mediasi Masalah Bendungan Sengkuang

0
128

BengkuluKito.Com, – Perusahaan Fermada Tri Karya melalui kuasa hukumnya menyebut jika saat proses mediasi masalah Proyek Bendungan Sengkuang 2017, yang diduga diputus kontrak secara sepihak, Bupati Bengkulu Utara (BU) Mian disebut sempat hadir namun tidak menemui kata mufakat.

“Dua kali pertemuan di Medan dan Jakarta, pak bupati hadir. Tapi tidak ada kata mufakat,” kata Kuasa Hukum Penggugat, Ruben Panggabean, Kamis (28/11/2019).

Saat dikonfirmasi, Kadis PUPR Bengkulu Utara, Heru Susanto, mengatakan pertemuan itu merupakan bentuk mediasi atas klaim hasil hitung pengerjaan proyek tersebut.

“Pihak kontraktor tidak menerima hasil hitung alokasi dana kontrak kerja selama proyek itu dikerjakan, padahal hitungan itu dilakukan oleh tim independen,” terangnya.

Diketahui, Perusahaan Fermada Tri Karya menggugat Dinas PUPR Bengkulu Utara dengan kerugian materil Rp. 2,4 miliar dan kerugian immateril Rp. 4 miliar. Total tersebut termasuk peminjaman uang senilai Rp. 600 juta karena diputus kontrak secara sepihak oleh Dinas PUPR Bengkulu Utara. (CW5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here