Ini Penjelasan Pengacara Soal PK Dirwan Mahmud Dikabulkan

0
339

BengkuluKito.Com, – Syaiful Anwar selaku pengacara terpidana Dirwan Mahmud menyatakan jika hingga sekarang pihaknya belum menerima petikan atau salinan putusan resmi Mahkamah Agung (MA) terkait upaya Peninjauan Kembali (PK) yang dikabulkan.

“Dalam konteks dikabulkan, sampai hari ini belum jelas. Karena, baik Dirwan Mahmud maupun pihak Pengadilan Negeri (PN) belum menerima petikan ataupun salinan putusan resmi dari Mahkamah Agung (MA),” ucapnya, Kamis (21/11/2019).

Terkait dengan berita PK dikabulkan, kata Syaiful, itu dari website Mahkamah Agung, tapi belum ada kejelasan resmi dari MA soal itu.

“Tentu kita berharap, PK ini dikabulkan seluruhnya bahwa Dirwan Mahmud memang tidak terbukti bersalah dalam pidananya, sesuai yang didakwakan oleh JPU KPK,” ujarnya.

Terkait isi PK sendiri, Syaiful menuturkan, dirinya tidak ikut dalam pembuatan berkas PK Dirwan Mahmud. Namun pastinya, meminta kepada majelis hakim untuk membebaskan Dirwan Mahmud dari seluruh dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Apakah salianan putusan tersebut sudah di cek di pengadilan? Syaiful menjawab, sudah, memang belum ada, pihak pengadilan juga belum terima.

“Kalaupun memang permohonan PK itu sudah keluar, ya kita minta segera diberikan petikan terlebih dahulu ke pak Dirwan Mahmud nya biar semua jelas dan kita juga tidak meraba-raba. Kalau memang nanti putusannya (PK) dibebaskan, ya tentu kita berharap pihak Lapas segera untuk mengeluarkan Dirwan Mahmud yang saat ini sedang berada di Rutan Malabero,” jelasnya.

Dari awal, Syaiful menyebut, pihaknya melihat bahwa yang didakwakan kepada pak Dirwan Mahmud ini sebenarnya rekayasa. Baik fakta-fakta yang terungkap di persidangan, saksi, maupun bukti yang dihadirkan oleh jaksa KPK.

“Tidak ada satupun bukti-bukti tersebut mengarah memang keterlibatan dari pak Dirwan Mahmud. Inikan ditarik-tarik saja, dihubung-hubungkan istrinya, keponakannya, seolah-olah ada keterlibatan dari pak bupati. Padahal dari awal memang tidak ada, baik rekaman percakapan, handphone yang sudah dikloning, itu tidak ada rekaman percakapan,” bebernya.

Syaiful mengungkapkan, hal Itu membuktikan bahwa memang terjadi rekayasa. Dalam sidang pembuktian pada saat di pengadilan negeri, terbukti memang ada percakapan dari Juhari alias Jukak kepada Nursilawati, kepada ibu Heni istrinya pak Dirwan Mahmud.

“Tapi, tidak ada bukti yang mengarah ada komunikasi langsung ataupun tidak langsung ke pak Dirwan. Inikan hanya dihubung-hubungkan saja oleh Jukak seolah-olah pak Dirwan Mahmud mengetahui, padahal tidak ada,” terangnya.

“Inilah yang coba ditarik-tarik dan direkayasa oleh jaksa KPK dalam dakwaan itu. Dalam dakwaan itu, semuanya ya kalau kami mengatakan dari awal memang tidak benar dakwaan itu. Tentu harapan kita pak Dirwan bebas murni dinyatakan tidak bersalah, perbuatan pidananya tidak terbukti. Jadi kalau perbuatan pidananya tidak terbukti, tentu dia harus dibebaskan,” pungkasnya.

Diketahui, pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Tipikor Bengkulu Dirwan Mahmud divonis hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp. 300 juta subsidair 4 bulan kurungan, serta hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama 3 tahun. (JR)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here