Tekan Tindak Pidana Pencucian Uang, PPATK Gandeng AJI Bengkulu

0
143

BengkuluKito.Com, – Dalam upaya menekan tindak pidana pencucian uang di Provinsi Bengkulu, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengunjungi Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu, Senin sore (7/10/2019).

“Kita (baca: PPATK) menangani lebih dari 26 kejahatan tindak pidana. Jurnalis dan media itu adalah mitra strategis untuk memberantas korupsi di Indonesia. Kalau KPK mengejar orangnya, kalau kami mengejar uangnya, yaitu tindak pidana pencucian uang,” kata Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae saat berdiskusi dengan pengurus AJI Bengkulu.

Jika KPK menangkap orangnya dan paling hanya menyita asetnya, lanjut Dian, PPATK bahkan bisa memiskinkan koruptor, karena PPATK menelusuri transaksi keuangannya.

“Jadi kalau terbukti itu uang korupsi dan melakukan pencucian uang, maka semuanya bisa disita negara. Cara ini bisa lebih bikin efek jera ketimbang hanya memenjarakan koruptor,” tegasnya.

Bengkulu, katanya, termasuk salah satu wilayah yang berisiko tinggi kasus korupsi dan pencucian uang.

“Sebagai contohnya, sudah 3 Gubernur yang ditangkap. Itu artinya 1 saja ditangkap tidak cukup. Di Sumatera, Bengkulu ada di nomor 8 yang paling banyak pelaporannya,” terangnya.

Ia menegaskan, tidak ada satupun pejabat di Indonesia yang dapat lolos dari PPATK karena mereka adalah lembaga independen yang langsung diangkat Presiden.

“Jadi tidak ada yang bisa menghalangi kami untuk menelusuri transaksi keuangan, karena kami langsung diangkat Presiden. Bahkan jika Presiden ganti sekalipun, karena pengangkatan PPATK atas nama Kepala Negara,” ujarnya.

“Kami punya semua data base transaksi keuangan pejabat di Indonesia, bahkan hingga ke daerah. Karena semua lembaga keuangan wajib melaporkan transaksi keuangan jika kami memintanya, tidak ada yang tidak kami tahu.” tambahnya.

Pada kunjungan singkat ke Bengkulu tersebut, turut hadir Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Rifat Pasha. (Siaran Pers/JR)

Leave a Reply