Di Tengah Kota, Polda Bengkulu Temukan 55 Batang Tanaman Ganja Umur 4 Bulan

0
112

BengkuluKito.Com, – Tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bengkulu berhasil mengamankan tanaman ganja sebanyak 55 batang umur empat bulan, yang ditemukan di pusat Kota Bengkulu, tepatnya di Jalan Bakti Husada 13 RT 01 RW 01 Kelurahan Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Disampaikan Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno, telah dilakukan penindakan hukum atau penangkapan terhadap tersangka dalam hal menanam tanaman ganja di sekitar rumahnya atau di belakang rumah tepatnya di Jalan Bakti Husada Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Saat digelar kenferensi pers oleh Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno dan Ditnarkoba, AKBP Pambudi.

“Tersangka ini atas nama SH, dia menanam ganja ini empat bulan yang lalu. Sekarang, tingginya sudah sekitar dua meter, dengan jumlah barang bukti yang kita amankan sebanyak 55 batang dan satu linting ganja, serta satu unit handphone,” terangnya.

Kronologi dari penangkapan ini, sambung Sudarno, anggota mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sekitar daerah itu ada orang yang melakukan penanaman ganja.

Kemudian, anggota melakukan penyelidikan (lidik) dan kemarin sore itu, Selasa (1/10/2019), dilakukan penindakan hukum terhadap tersangka.

“Jadi awalnya kemarin yang kita amankan tiga orang, tapi ternyata yang memiliki satu orang atas nama SH tersebut. Dia ini yang menanam empat bulan yang lalu,” ungkapnya, Rabu (2/10/2019) saat digelar konferensi pers di Mapolda Bengkulu.

Selain itu, Wadir Ditresnarkoba Polda Bengkulu AKBP Pambudi menerangkan, yang bersangkutan baru sekali ini melakukan penanaman.

“Ditanamnya itu pas di belakang rumah. Modusnya, setelah tanaman dirasakan sudah cukup tinggi kemudian ditutup semua sekelilingnya dengan menggunakan seng yang tinggi, sehingga tidak bisa dilihat lagi oleh orang lain,” terangnya.

Jadi, kata Pambudi, barang bukti yang ditanam bersangkutan itu kurang lebih hampir empat bulan.

“Ada satu linting yang kita sita juga, itu juga berasal dari tanaman yang ditanam buat diuji coba bagus atau tidaknya,” sampainya.

Pambudi menyebut, diketahui bahwa beberapa bulan terakhir ini bisa dikatakan musim kemarau.

Tetapi, yang bersangkutan ini dengan cukup lihai, tinggal di kawasan pemukiman, di tengah kota, yang bersangkutan bisa melakukan penanaman ganja.

“Untuk pasal yang kita terapkan yaitu, Pasal 111 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” sebutnya.

Terkait tiga orang yang diamankan kemarin, lanjut Pambudi, setelah diinterogasi keterlibatannya hanya satu orang ini.

“Tetapi masih ada lagi, akan kita lanjutkan dan kembangkan. Mungkin saja akan ada tambahan tersangka lagi,” tuturnya.

Untuk asal bibit ganja? terang Pambudi, “Itu masih dalam lidik kita. Pekerjaan yang bersangkutan tukang serabutan. Sesuai dengan UU yang diterapkan kepada pelaku, ancaman hukumannya diatas lima tahun,”

Apakah ada ladang (ganja) lainnya? jawabnya lagi, “Kita masih coba kembangkan. Kita wajib prihatin, sebagai warga Kota Bengkulu, ternyata di kota besar ini, pusat kota, pemukiman masih ada juga yang menanam ganja,”

Sementara itu, saat diwawancarai pelaku SH (43) mengatakan kalau ganja tersebut kalau sudah panen akan dijual untuk kebutuhan sehari-hari.

“Rencananya kalau ini sudah dipanen, mau dijual. Kalau mau dijual, paling ini untuk modal saya kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kemana rencana menjual (ganja)? SH menjawab, “kalau untuk menjualnya belum tahu dimana, yang penting ini ditanam dulu, dipanen dulu, baru mencari siapa pembelinya,” (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here