GPR: 34 Mahasiswa Jadi Korban, Satu Luka Bakar Akibat Ledakan Gas Air Mata

0
187

BengkuluKito.Com, – Gerakan Pemuda Rafflesia (GPR) menyebut, jika pihak mahasiswa yang menjadi korban sebanyak 34 orang, satu orang mengalami luka bakar akibat ledakan peluru gas air mata.

Hal tersebut terjadi akibat kericuhan saat digelar aksi pada 24 September 2019 kemarin di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu

“Berdasarkan data yang dirilis oleh Koordinator layanan kesehatan Hygea Poltekkes Kemenkes, adapun korban dalam aksi Gerakan Pemuda Rafflesia pada 24 Sepetember 2019 adalah 34 orang mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari 6 universitas,” terang salah seorang perangkat aksi (negosiator) yang juga Ketua Dewan Presidium BEM Fakultas Hukum Unib, Muhammad Emir Miftah, Kamis (26/9/2019).

Korban yang tergabung dalam aksi tersebut, sambung Emir, menderita luka ringan dan telah membaik.

“Korban tidak menerima perawatan intensif. Namun, satu orang mahasiswi Poltekkes Kemenkes Bengkulu atas nama Anisa mengalami luka bakar (bagian tangan kanan) akibat ledakan peluru gas air mata,” sampainya.

Selain itu, kata Emir, 8 orang mahasiswa-mahasiswi juga mengalami luka di kepala akibat terkena lemparan batu dan telah ditangani.

Adapun pihak yang memberikan pertolongan pertama yaitu mahasiswa dan dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu, mahasiswa Kedokteran UNIB, dan TNI.

Hingga saat ini, komponen atau perangkat aksi masih menghimpun data korban.

Diketahui, saat aksi ribuan mahasiswa berlangsung sempat terjadi kericuhan antara massa dengan pihak keamanan yang akhirnya memaksa pihak kepolisian menembakkan gas air mata.

Selain itu, satu unit mobil patroli polisi sempat menjadi sasaran amukan massa dengan lemparan batu sehingga mengakibatkan mobil rusak berat.

Terhimpun, adapun 7 tuntutan yang disampaikan mahasiswa saat menggelar aksi, antara lain:

1. Mendukung pelaksanaan yudisial review Undang-Undang KPK,

2. Menolak pengesahan RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanahan,

3. Menuntut pemerintah melakukan pengkajian ulang terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual,

4. Menuntut pemerintah tuntaskan permasalahan Papua dengan pendekatan humanis,

5. Mendesak pemerintah untuk melaksanakan Reforma Agraria,

6. Tolak kenaikan iuran BPJS,

7. Mengecam tindakan pembakaran hutan dan lahan, serta mendesak pemerintah menuntaskan permasalahan Karhutlah. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here