2020, BPS Terapkan Sensus Penduduk Online

0
148

BengkuluKito.Com, – Guna mengatasi permasalahan mobilitas penduduk yang tinggi saat pelaksanaan sensus penduduk, Badan Pusat Statis (BPS) melakukan inovasi dengan menerapkan sensus penduduk online pada tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani usai pelaksanaan workshop wartawan, Rabu (25/9/2019) di Grage Hotel Bengkulu.

Kata Dyah, jadi sangat berbeda dengan sensus-sensus penduduk sebelumnya. Terakhir, sensus penduduk 2010 pihaknya masih murni secara tradisional dengan menggunakan kuisioner datang dari rumah ke rumah.

“Tapi, pada tahun 2020 nanti kita juga akan menggunakan secara online. Kita akan memadukan data kita dengan data-data dari Dukcapil. Tentunya kan semuanya terdata di Dukcapil, setiap keluarga itu ada datanya di Dukcapil. Itulah yang akan kita up date,” terangnya.

Jadi, sambung Dyah, masing-masing (penduduk) nanti mengupdate data itu melalui web yang sudah disediakan.

“Di sana kami bekerjasama dengan Dukcapil untuk bisa diperbaiki oleh masing-masing penduduk. Itulah yang disebut dengan sensus penduduk online,” ucapnya.

Dyah menyebut, nanti kalau tidak terdata secara online, itu akan didata secara door to door sisanya. Targetnya, dari total penduduk 25 persen itu bisa dilakukan secara online.

Sisanya, 75 persen yang memang tidak mampu memperbaiki datanya secara online, baru akan didatangi secara door to door.

“Sensus onlinenya dimulai Februari-Maret 2020. Kemudian, yang sisanya tadi setelah kita rekap dan belum terdata secara online, itulah yang akan didatangi pada bulan Juli 2020,” ungkapnya.

Jadi, ada dua periode sensus penduduknya. Februari-Maret untuk yang online, dan di bulan Juli untuk door to door yang belum terdata di online.

“Ini baru tahap awal ya, nanti akan ada sosialisasi secara besar-besaran. Kami targetnya, seluruh PNS disetiap OPD itu harus secara online. Nanti kami akan datang, akan ada sistem sosialisasi secara masif dan kami sangat butuh bantuan dari teman-teman media untuk ikut. Karena sensus penduduk itu bukan punya BPS lho, tapi punya kita bersama,” jelasnya.

Ditambahkannya, nanti ada webnya, sensus.bps.go.id. Ini sedang dibangun sistemnya, karena tadi datanya dari Dukcapil.

Terkait persiapan server webnya? Dyah menjawab, “Itu dari BPS pusat ya. Intinya adalah kami di sini sudah terima jadi sistem itu. Nanti, kami tinggal melaksanakan saja,”

“Jadi nanti teman-teman tinggal buka saja, sensus.bps.go.id. Keluar data kita, tinggal diperbaiki saja datanya,” tambahnya.

Selain itu, Kepala Sub Direktorat Statistik Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja BPS RI, Edi Setiawan mengatakan bahwa nanti ada hajatan besar sensus penduduk 2020 karena dilakukan 10 tahun sekali, dan ini merupakan kewajiban setiap bangsa dan negara.

Kepala Sub Direktorat Statistik Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja BPS RI, Edi Setiawan saat menyampaikan materi workshop wartawan.

Di sensus penduduk 2020 ini, sambung Edi, ada banyak hal yang berbeda dari sensus-sensus sebelumnya. Ini merupakan sensus ke-7 setelah kemerdekaan RI.

“Di sensus ini kita akan coba untuk mengintegrasikan, kita akan menggunakan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam hal ini Dirjen Dukcapil sebagai data dasar,” sampainya.

Data dasar ini, kata Edi, yang akan menjadi isian sebelum melakukan sensus penduduk. Selain itu juga, di sensus penduduk 2020 ini ada yang namanya sensus penduduk online.

“Jadi untuk mengatasi permasalahan mobilitas penduduk yang sangat tinggi akhir-akhir ini, dimana mereka (penduduk) akan sangat sulit ditemui saat hari kerja, dan ketika hari libur mereka sudah ada di tempat rekreasi,” bebernya.

Untuk itulah, sambung Edi, BPS melakukan inovasi dengan mencoba menerapkan yang namanya sensus penduduk online. Dimana, penduduk akan melakukan sendiri pengisian datanya melalui gadget mereka masing-masing.

Ketika masyarakat tidak melakukan sensus online, yang akan rugi adalah masyarakat sendiri.

“Intinya adalah, bagaimana masyarakat sadar akan arti penting data pribadi mereka sendiri untuk dasar bagi pemerintah melakukan pembangunan dan kebijakannya,” jelas Edi.

Hasil dari sensus online sendiri akan diprint, kemudian diverifikasi ke Ketua RT. Dari situlah, kemudian petugas sensus akan bersama-sama dengan Ketua RT melakukan verifikasi bersama. Apakah nama-nama data penduduk tersebut masih tinggal di wilayah RT atau tidak.

“Jika mereka tidak melakukan sensus penduduk online atau data penduduk baru, itu mereka akan didatangi nanti ditahapan sensus penduduk yang pelaksanaan lapangan ke-7 seperti yang dikatakan tadi,” tandasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here