Yayasan PUPA Ungkap Keberatan Atas Tuntutan Massa GPR Menolak Pengesahan RUU PKS

0
212

BengkuluKito.Com, – Yayasan Pendidikan untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu mengungkapkan keberatannya atas salah satu poin tuntutan massa Gerakan Pemuda Rafflesia (GPR) di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (24/9/2019) kemarin.

Hal tersebut terkait poin ke-3 tuntutan yang berbunyi, ‘menolak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) sebelum dilakukan pengkajian ulang’.

Disampaikan Koordinator Program Yayasan PUPA, Grasia Renata Lingga, bahwa sejak malam 23 September hingga pelaksanaan aksi pihaknya mendengar dan mendukung massa aksi yang didominasi mahasiswa Bengkulu.

Sebab, salah satu poin tuntutannya adalah pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan saat pihaknya mengkonfirmasi kepada massa aksi, hal itu dibenarkan.

“Namun setelah membaca rilis tuntutan, kami merasa keberatan atas tuntutan aksi yang diusung BEM yang mengatas namakan “Pemuda Rafflesia Bergerak” terutama poin ke-3 tentang penolakan RUU PKS,” ujarnya, Rabu (25/9/2019).

Padahal, kata Grasia, secara nasional tuntutan jelas mendukung Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Kami melihat ada perbedaan yang cukup serius antara aksi nasional dengan aksi yang kemarin,” kata dia.

“Seperti yang sudah kami sampaikan dalam rilis pada 17 September 2019 lalu, atas nama Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, bahwa pada tahun 2018 ada 16.943 korban kekerasan seksual, dan hanya 15% yang mendapatkan keadilan hukum,” jelasnya.

Hal tersebut, sambung Grasia, karena tidak adanya kebijakan yang khusus menangani persoalan kekerasan seksual.

Sehingga, perlu adanya kebijakan khusus yang melingkupi semua persoalan kasus kekerasan seksual, yang sudah dibahas dan dikaji sejak tahun 2014 lalu.

“Kalau masih perlu ada pengkajian seperti yang disebutkan aksi BEM kemarin, kami kira mereka tidak benar-benar tahu, bagaimana persoalan penanganan kekerasan seksual di lapangan,” tandasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here