‘ATM Beras’ Lampung Tengah Ramaikan GTTG ke-XXI di Bengkulu

0
128

BengkuluKito.Com, – Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) ke-XXI di Kota Bengkulu resmi dibuka. Dari sekian banyak karya teknologi tepat guna, salah satunya berasal dari Lampung Tengah Provinsi Lampung, yaitu ‘Smart ATM Beras’.

Sesuai namanya, mesin ini mirip fungsinya dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di bank-bank pada umumnya. Bedanya, kalau yang diambil pada ATM ini adalah beras.

Seperti disampaikan Guru SMK Ma’arif 1 Kalirejo Lampung Tengah, Doni Muda Priangan bahwa alat yang dibuat oleh pihaknya dalam GTTG ini yaitu ATM beras.

“Jadi kami dari Lampung Tengah, disini alat yang kami buat adalah ATM beras. Smart ATM beras ini, difungsikan untuk mendistribusikan bantuan beras kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu (22/9/2019).

Untuk sementara ini, kata Doni, bantuan beras kepada masyarakat dilakukan secara manual.

“Nah kita membuat konsep sebuah ATM. Jadi nanti masyarakat yang sudah terdaftar di sistem, siapa saja yang menerima bantuan itu bisa mengambil berasnya di ATM,” ucapnya, saat berada di stand GTTG Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu.

Jadi untuk waktunya itu bebas, terang Doni, contohnya dalam satu minggu total pengambilan beras ada 10 kilogram, nanti bisa diatur untuk pengambilannya satu hari berapa kilo.

“Kalau emang sudah habis 10 kilo, itu berasnya tidak bisa diambil lagi. Jadi, modelnya seperti itu,” terangnya.

Doni menjelaskan, bantuan beras itu contohnya seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan Raskin (Beras miskin). Jadi alat ini juga bisa digunakan untuk sekolah, masjid, atau kantor dinas yang lain untuk amal beras.

“Jadi pengennya seperti itu, contohnya ada orang yang jompo atau tidak mampu yang perlu bantuan, nanti orang-orang yang mampu mendistribusikan berasnya, terus kita tarok di ATM. Siapa saja bisa mengambil beras, nanti di ATM ini berasnya bisa diambil,” jelasnya.

Dia menyebut, sistem kerja ATM beras menggunakan chip KTP yang berada di dalam KTP.

“Jadi di KTP ini ada chipnya, nah kita fungsikan itu. Jadi kita tidak menyalahi aturan, ibaratnya kita tidak mengeluarkan kartu baru, cuma kita memanfaatkan KTP yang sudah ada. Setiap masyarakat pasti punya KTP,” paparnya.

Proses pengambilan beras, sambung Doni, masyarakat yang terdaftar membawa KTPnya ke ATM beras. Terus ditempelkan di scan KTP, nanti beras itu akan keluar dengan sendirinya.

“Secara otomatis, sesuai jatahnya berapa kilo. Contohnya kalo jatahnya 5 kilo, ya keluar berasnya 5 kilo,” katanya.

Ia menambahkan, pengambilan bisa dilakukan satu kali sekaligus atau beberapa kali, tergantung dengan input-an yang dimasukkan oleh operator.

“Sejauh ini, ATM beras ini baru diproduksi di Lampung Tengah saja, makanya kita mau kenalkan di tingkat nasional. Mungkin nanti ada dari dinas-dinas lain atau provinsi lain yang ingin memesan kita siapkan,” sampainya.

Untuk sekarang, lanjut Doni, ATM beras ini adanya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lampung Tengah, dan untuk di instansi atau dinas lainnya belum.

“Namun rencana kita kedepan seperti itu, karena kita buat alat ini belum lama baru sekitar lima bulanan. Karena tadinya disini kita ikut lomba dan menang, baru kita angkat (promosikan),” tuturnya.

Dirinya menyebut, munculnya ATM beras ini awalnya melihat kebelakang kebanyakan orang yang mendapatkan pembagian beras adalah yang tidak berhak.

Artinya, disini banyak penyimpangan oleh oknum tertentu. Jadi dengan adanya ATM ini, pihaknya ingin transparansi.

“Karena kan ATM ini nantinya ditarok di tempat umum. Jadi tahu siapa yang mengambil, berhak atau tidak orang itu bisa menilai sendiri. Kalau ada orang yang mampu dan bisa mengambil, masyarakat bisa menilai sendiri,” ujarnya.

Menurut Doni, kelebihan ATM beras ini, pertama praktis, yang tadinya antre jadi tidak antre, karena semuanya tersistem dengan komputer. Kedua, masyarakat tidak lagi datang langsung ke tempat pendistribusian beras.

“Pengembangan (ATM beras) nanti pengennya di tempat kepala desa ada semua,” harapnya.

Doni menyampaikan, penemu alat ini dari SMK Ma’arif 1 Kalirejo Lampung Tengah. Tadinya, ini (ATM beras) asal muasalnya lomba TTG tingkat kabupaten, SMK Ma’arif 1 Kalirejo menang, terus dipakai oleh Dinas PMD.

“Jadi, Dinas PMD mendukung mendistribusikan alat ini untuk dibawa ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Dari Dinas PMD sendiri, sampai Doni, kedepan akan melakukan hak paten terhadap ATM beras ini sehingga bisa didistribusikan.

“Sejauh ini yang sudah diproduksi dua unit ATM beras di Kabupaten Lampung Tengah,” tandasnya.

Diketahui, kegiatan GTTG ke-XXI ini dilaksanakan dari tanggal 21-25 September 2019. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here