Mantan Kepala BPN Kota Bengkulu Diperiksa Penyidik

0
160

BengkuluKito.Com, – Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bengkulu, Ibnu Wardono diperiksa penyidik Kejari terkait dugaan korupsi penjualan lahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 62,9 hektar di Bentiring.

Disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bengkulu, Emilwan Ridwan, bahwa saksi sudah mengakui tanda tangan pada peta bidang yang ditunjukkan oleh penyidik adalah tanda tangan yang bersangkutan.

“Iya, yang bersangkutan ini kan sudah berusia (lanjut), karena sudah lama pensiun dan kemudian kejadian itu tahun 1994, sudah cukup lama 23 tahun yang lalu. Tetapi, beberapa keterangan yang penting bahwa penyidik itu menunjukkan peta bidang tanah yang diterbitkan pada tahun 1995, dan yang bersangkutan pada saat menjadi Kepala BPN mengakui bahwasanya itu adalah tanda tangannya,” jelasnya, di Kantor Kejari Bengkulu, Rabu (18/9/2019).

Kemudian, sambung Emilwan, pihaknya juga menanyakan mengenai keaslian peta bidang yang dimaksud karena penyidik cuma memegang copy dari peta bidang tersebut.

“Jawaban yang bersangkutan bahwa seharusnya itu peta bidang aslinya ada di BPN. Tentunya kita akan cross check kembali, karena yang bersangkutan meminta untuk dilanjutkan kembali pemeriksaan besok. Jadi kita tunggu lagi pemeriksaan lanjutan besok ya,” terangnya.

Emilwan menyebut, sementara untuk peta bidang yang ditunjukkan atau diperlihatkan oleh penyidik kepada beliau (saksi), diakui bahwa itu adalah tanda tangan yang bersangkutan.

“Artinya peta bidang tanah yang diterbitkan itu adalah benar produk dari pada BPN Kota Bengkulu pada saat itu. Peta bidang yang ditunjukkan itu adalah salinan dan diakui oleh saksi itu sesuai dengan aslinya,” ungkapnya.

Terkait keberadaan peta bidang yang asli? Emilwan menjawab, “ya itu nanti kita cari semaksimal mungkin. Tetapi dengan adanya copy peta bidang yang sudah kita pegang, ditambah dengan keterangan saksi yang sudah menerangkan bahwa itu benar adalah tanda tangannya, itu sebenarnya sudah cukup,”

“Makanya kita perkuat lagi dengan hasil dari pemeriksaan atau pengukuran ulang. Tinggal kita mencocokkan saja,” pungkasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here