KPK Pantau Kasus Korupsi di Bengkulu

0
137

BengkuluKito.Com, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terus memantau kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bengkulu, Emilwan Ridwan, Selasa (17/9/2019).

“Pemberitahuan dimulainya penyidikan kita, setelah kami terbitkan surat perintah penyidikan hari itu juga langsung kita kirim ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jadi, KPK akan memantau, monitoring dan mengikuti perkembangan kegiatan penyidikan kita,” ungkapnya.

Jadi, kata Emilwan, dari awal pihaknya sudah melakukan pengiriman SPDP.

“Selain ke KPK, tentunya ke pimpinan ya. Ke Kejaksaan tinggi, secara berjenjang ke Kejagung. Itu sudah kita lakukan dari awal proses penyidikan,” tambahnya.

Saat ditanyakan apakah ini (kasus) dimonitoring? Emilwan menjawab, “Pasti, pasti kita sudah laporkan itu.

Terkait kerugian negara dalam kasus dugaan penjualan lahan Pemkot 62 hektar di Bentiring, sambung Emilwan, pihaknya masih berkoordinasi dengan BPKP Provinsi Bengkulu.

“Kita masih menunggu. Kita sudah menyurati, tinggal menunggu jawaban. Kita akan segera berkoordinasi dengan pihak BPKP,” terangnya.

Namun demikian, lanjut Emilwan, yang menjadi perhatian bahwa ini bukan perkara mudah karena pelepasan aset tersebut terjadi pada tahun 1994-1995.

“Praktis sudah cukup lama, kita harus mengurai satu per satu kasus tersebut,” sampainya.

Emilwan menambahkan, memang tim pembebasan atau tim 9 tidak semua bisa dihadirkan.

Ada yang sudah pensiun, ada yang sudah bertempat tinggal bukan lagi di Bengkulu, ada juga yang sudah lupa dengan kasus tersebut karena itu sudah cukup lama, dan ada yang sudah meninggal.

“Tapi penyidik tetap bekerja keras secara optimal untuk mengurai kasus tersebut,” ujarnya.

Kajari menyebut, untuk jumlah saksi yang sudah diperiksa kurang lebih ada 30 saksi dan semuanya cukup signifikan keterangan-keterangannya.

“Tapi saya kira kita pelan-pelan ya, secara bertahap kita akan mengungkap kasus tersebut,” pungkasnya. (JR)

Leave a Reply