Gratis, Belasan Peserta Ikuti Kelas Belajar Menulis dan Desain Grafis di Rumah Pusaka Rejang

0
181

BengkuluKito.Com, – Sebanyak 18 peserta mengikuti ‘Kelas Belajar Menulis dan Desain Grafis’ secara gratis di Rumah Pusaka Rejang (Umea’ Meno’o) Kabupaten Rejang Lebong, Minggu (8/9/2018).

Rumah Pusaka Rejang (Umea’ Meno’o), lokasi kegiatan kelas belajar menulis dan desain grafis.

Kegiatan belajar yang digelar secara swadaya ini, digagas oleh penggiat media Aji Asmuni bersama Penulis Curupedia.wordpress.com sekaligus Jurnalis KBR 68 H, Muhamad Antoni, dan didukung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu.

“Setidaknya 18 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar dan umum (fresh graduate) telah hadir mengikuti Kelas Belajar Menulis dan Desain Grafis, gratis,” kata Aji.

Kegiatan ini, sambung Aji, dilangsungkan di Umea’ Meno’o (Rumah Pusaka) Rejang yang dikelola Sabril dan Sri yang berada di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong – Bengkulu.

“Aktivitas belajar yang dilakukan dengan sederhana dan duduk lesehan di kolong Umea’ Meno’o ini, dilaksanakan mulai pukul 11.00 – 16.00 WIB,” terangnya.

Aji menambahkan, selain penggagas kegiatan yang menjadi pemateri, turut hadir Jurnalis Harian Rakyat Bengkulu, Arie Saputra yang mengisi materi dan juga sebagai perwakilan AJI Kota Bengkulu.

“Kegiatan belajar ini dilakukan secara swadaya, dan pola pembelajaran atau pemberian materi digelar secara sederhana di ruang terbuka berbentuk lesehan,” ungkapnya.

Untuk lokasi dan jadwal ditentukan secara mufakat oleh peserta. Setidaknya, akan ada 5-6 kali pertemuan untuk menguasai materi dasar penulisan.

Selain itu, selaku pengurus AJI Kota Bengkulu Arie Saputra mengapresiasi kegiatan yang telah digagas kawan-kawan. Terlebih, kegiatan ini dilakukan secara gratis alias tanpa ada bayaran apapun dari peserta.

“Kegiatan ini juga selaras dengan program kerja (Proker) AJI khususnya di bidang pendidikan,” tuturnya.

“Ilmu itu mahal. Beruntunglah kalian (peserta) yang bisa mengikuti kegiatan ini, karena ada banyak orang di luar sana yang sudah menempuh pendidikan menulis, tapi belum tentu bisa jadi penulis,” ujarnya.

Ari mengungkapkan, hari ini telah dibuktikan, bahwa dengan pola swadaya, kegiatan ini bisa dilaksanakan. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here