Polres Bengkulu Gelar Operasi Patuh Nala, Ini Penjelasannya

0
165

BengkuluKito.Com, – Polres Bengkulu resmi menggelar Operasi Patuh Nala sejak 29 Agustus hingga 11 September 2019, Jum’at (30/8/2019).

Kasat Lantas Polres Bengkulu, AKP Agis Arya Denawan, menjelaskan jika kegiatan ini dilaksanakan serentak seluruh Indonesia dan bukan hanya di wilayah Bengkulu saja.

Untuk kegiatannya, kata Agis, penindakan sebesar 60 persen dan preventif atau pencegahan 40 persen.

“Sasarannya, pelanggaran-pelanggaran yang kasat mata. Contohnya, tidak menggunakan helm SNI, pengendara yang di bawah umur membawa sepeda motor, pelanggaran safetybelf, melawan arus, plat nomor kendaraan yang tidak sesuai, kendaraan bermotor yang menggunakan protaktor yang tidak sesuai dengan kegunaannya dan lain-lain,” paparnya.

Kemudian, sambung Agus, Satlantas Polres Kota Bengkulu mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Polres Bengkulu agar sama-sama mensukseskan kegiatan operasi patuh nala 2019 dengan menaati peraturan lalu lintas yang berlaku agar semua selamat di jalan.

“Satu bulan kebelakang ini, sudah ada kurang lebih 10 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan. Dimana selalu diawali dengan pelanggaran, baik tidak menggunakan helm, anak di bawah umur yang berkendara dan lain sebagainya,” bebernya.

Terkait pelanggaran, tambah Agis, akan diberikan penindakan khusus apabila tidak menggunakan helm dan anak di bawah umur yang berkendara.

“Nanti, setiap Polres akan menambah satu poin lagi untuk penindakan pelanggaran. Selama 10 hari operasi patuh nala, penindakan sudah ada jadwal dan kegiatannya,” jelas Agis.

Misalnya, terang Agis, hari ini di wilayah Nakau dan besok berpindah ke Betungan dan besoknya pindah lagi.

Menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, tetapi setiap hari secara kontiniu itu selalu ada baik di pinggiran maupun di dalam Kota.

Agis menuturkan, kegiatan operasi patuh nala ini tidak hanya dilakukan Polres Bengkulu saja, tetapi Polda Bengkulu juga.

“Polda juga gencar melaksanakan kegiatan operasi patuh nala,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kapolda Bengkulu Brig Jend Pol Sutarman saat apel pasukan. Ia mengimbau untuk penertiban kendaraan truck batu bara tidak boleh melintas.

“Itukan sudah ada rambu-rambunya di simpang Nakau, tidak boleh melintas di Jalan Surabaya atau Halmahera,” imbuhnya.

Kapolda juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, agar saling membantu terlebih lagi jalan baru diperbaiki.

“Janganlah sampai rusak kembali. Untuk pengusaha-pengusaha harus maklum, ini kan aturan. Jalur sudah disediakan untuk yang di Kembang Seri dan sudah ada rambu-rambunya diatas delapan ton, tidak mungkin tidak bisa dilewati,” pungkasnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here