Anggaran 2,9 Miliar, Proyek Irigasi Lebong Tahun 2018 Naik Penyidikan

0
151

BengkuluKito.Com, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu resmi menaikkan status perkara dugaan korupsi Proyek Irigasi di Kabupaten Lebong tahun 2018 dengan nilai proyek sebesar Rp. 2,9 miliar.

Dikatakan Asisten tindak pidana khsus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan, ada satu kasus yang sekarang sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, yaitu kasus irigasi di Lebong.

“Anggarannya kurang lebih 3 miliar atau 2,9 miliar sekian. Tim sudah turun ke lokasi dan melihat keadaan yang sebenarnya,” ucap Henri, Rabu (28/8/2019) di Kantor Kejati Bengkulu.

Selanjutnya, sambung Henri, pihaknya sudah meminta keterangan dari pihak-pihak yang terkait dengan proyek tersebut, yaitu kontraktor sebagai pihak ketiga, PPK, serta bagan-bagan lainnya yang berhubungan dengan proyek tersebut.

“Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata hasil dari kesimpulan karena tim pada saat turun juga membawa ahli, ditemukan ada perbuatan-perbuatan curang ataupun indikasi korupsi penyelewengan dari proyek tersebut,” ungkapnya.

Henri menuturkan, mudah-mudahan tidak berapa lama lagi pihaknya akan menetapkan tersangka.

“Setelah penyidikan kita perdalam lagi, baru kita bisa menetapkan nanti tersangkanya,” kata Henri.

Dijelaskannya, proyek itu merupakan pengadaan irigasi untuk jalur air pada petani di Lebong tahun 2018.

“Baru tahun kemarin, dan setelah hasil cek kita ke lapangan dengan kasat mata langsung ternyata itu jalur pembuangan tidak jelas dan membuat banjir di ujung irigasi tersebut. Setahu kita, itu bulan Desember 2018 serah terima, masa pemeliharaan lebih kurang enam bulan,” bebernya.

Ditambahkan Henri, volume pekerjaannya juga belum dihitung mendetail, apakah sesuai dengan panjang yang ada di kontrak.

“Proyek ini murni bersumber dari APBD Kabupaten Lebong tahun 2018. Untuk perhitungan kerugian negara, biar simpel kita mintakan perhitungannya ke BPKP,” tutupnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here