2019, Penduduk Provinsi Bengkulu Meningkat 2 Ribu

0
355

BengkuluKito.Com, – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu mencatat, hingga pertengahan semeter pertama tahun 2019 penduduk di Provinsi Bengkulu telah mencapai 2,001,578 juta jiwa.

Angka tersebut bertambah sekitar dua ribu jiwa dari Desember 2018 yang hanya 1,999,539 juta jiwa.

Data penduduk kabupaten/kota se- Provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Bengkulu, M Ikhwan mengatakan peningkatan jumlah penduduk terjadi hampir diseluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Ikhwan menyebut, rata-rata peningkatan jumlah penduduk mencapai seribu jiwa disetiap kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Kenaikan jumlah penduduk ini terjadi merata hampir di seluruh kabupaten dan kota,” kata Ikhwan, Rabu (28/8/2019).

Ditambahkannya, peningkatan jumlah penduduk ini bersumber dari angka kelahiran bayi pada periode Januari hingga Juni 2019 dan bukan dari migrasi penduduk dari provinsi lain.

Selain itu, sambung Ikhwan, jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari perempuan. Meskipun, selisih antara keduanya tidak terpaut jauh.

“Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1,026,199 juta jiwa dan perempuan 975,379 jiwa,” ungkapnya.

Disampaikannya, peningkatan jumlah penduduk pada semester pertama 2019 ini tidak terlalu signifikan jika dibandingkan data pada semester sebelumnya yang rata-rata meningkat dua ribu per semesternya disetiap kabupaten dan kota.

“Khusus di Kabupaten Lebong, terjadi penurunan jumlah penduduk sebanyak 5,781 jiwa dari 112,900 jiwa menjadi 107,119 jiwa,” paparnya.

Penurunan ini, lanjut Ikhwan, karena jumlah penduduk di Kabupaten Lebong ini ditenggarai akibat penghapusan data penduduk ganda, data kematian yang tidak tercatat dan data kelahiran yang tidak dilaporkan.

Pada semester pertama tahun 2019 ini Dukcapil melakukan pemutakhiran data secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

Hasil pemutakhiran data ini, terang Ikhwan, banyak data kependudukan yang bersifat anomali di Kabupaten Lebong, dan dihapus dari server pencatatan kependudukan di Kementerian Dalam Negeri.

“Dari data pencatatan penduduk di Kabupaten Lebong memang terjadi penurunan jumlah penduduk. Namun, secara jumlah nyata penduduk yang berdomisili di Kabupaten Lebong belum tentu berkurang,” ungkapnya.

Secara kuantitatif, kata Ikhwan, di Kabupaten Lebong benar terjadi penurunan jumlah penduduk. Tetapi, secara kualitatif belum tentu.

“Sebab yang dihapus itu data kependudukan yang selama ini ganda,” pungkasnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here