Dirut PT. BMQ Minta Kapolri Tindak Tegas Kapolda Bengkulu

0
211

BengkuluKito.Com, – Direktur utama (Dirut) PT Bara Mega Quantum (BMQ), Nurul Awaliyah meminta agar Kapolri menindak tegas Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman karena diduga telah mencoba mengaburkan masalah dengan melakukan kebohongan publik.

Hal tersebut terkait klarifikasi Kapolda Bengkulu atas keterlibatannya mendukung ‘Trio bersaudara’, yaitu Dinmar Najamudin, Agusrin Maryono Najamudin, dan Sultan Bachtiar Najamudin, merampas tambang batu bara milik PT BMQ pimpinan Nurul Awaliyah di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu.

Dengan menandatangani Surat Perintah Kapolda Bengkulu Nomor: Sprin/1389/VIII/PAM.3.3./2019 dan memobilisasi 280 personil polisi ke lokasi tambang milik PT. BMQ.

“Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman, berdalih kebijakannya itu untuk mencegah terjadinya konflik, serta mempersilahkan pihak Nurul Awaliyah menggugat ke PTUN,” tulisnya, melalui siaran pers, Selasa (27/8/2019).

Menurut Nurul, tujuan mobilisasi 280 personil polisi Polda Bengkulu ke lokasi tambang milik PT. BMQ sudah terang-benderang, semata-mata untuk kepentingan dan mendukung ‘Trio bersaudara’ mengambil alih lapangan tambang batu bara miliknya secara melawan hukum.

“Fakta ini tidak perlu lagi diingkari, atau ditutup-tutupi. Berdasarkan bukti dokumentasi foto, video, dan keterangan saksi terdapat fakta dimana terdapat 6 (enam) orang karyawan kelompok Trio bersaudara ini yang ikut bersama-sama berada dalam rombongan 280 personil polisi, yang turun ke tambang,” ungkapnya.

Lalu, kata Nurul, perwakilan karyawan Trio bersaudara ini memberikan keterangan kelompoknya siap bekerja melakukan penambangan.

“Hal itu dibuktikan keesokkan harinya, kelompok Trio bersaudara langsung memobilisasi alat berat dibawah pengawalan polisi,” ujarnya.

Pada bagian lain, sambung Nurul, polisi telah bertindak diskriminatif, menangkap 34 karyawan Nurul Awaliyah yang secara damai selama 6 (enam) bulan menjaga tambang PT. BMQ.

“Selama 6 bulan ini tidak ada konflik di lapangan. Secara berlebihan Kapolda Bengkulu mengerahkan hingga sebanyak 280 personil polisi, membantu kelompok Trio bersaudara merebut tambang milik orang lain secara melawan hukum,” bebernya.

Orang-orang yang ditangkap itu, lanjut Nurul, tidak melakukan pelanggaran hukum dan mengganggu ketentraman masyarakat.

“Kapolda Bengkulu berdusta, memakai dalih usang yang palsu yakni premanisme dan demi menjaga ketertiban. Premanisme itu ada di kota bukan di hutan yang banyak hewannya. Preman itu memeras dan memalak orang. Tindakan Polda Bengkulu yang memobilisasi 280 personil membackingi Trio bersaudara merebut tambang saya, yang justru lebih tepat disebut premanisme,” paparnya.

Ditambahkan Nurul, dengan menggunakan uang dan fasilitas milik negara, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman memobilisasi 280 personilnya hanya untuk kepentingan memberi bantuan pengamanan kepada Trio bersaudara.

”Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman berpihak kepada salah satu kelompok yang bersengketa. Bersama-sama bawahannya, Karo ops Kombes Dede Alamsyah, dikualifisir melakukan penyalahgunaan wewenang (Abuse of Power), karena telah menempatkan lembaga Kepolisian RI sebagai backing salah satu pihak yang berperkara, Trio bersaudara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman menyatakan jika tindakan pihaknya hanya sebatas mencegah terjadinya konflik.

“Kita tidak punya kepentingan apa-apa, supaya tidak terjadi bentrok ya kita lakukan seperti itu,” ujar Kapolda, dilansir dari Tribrata News Bengkulu.Com. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here