Ini Penjelasan Kadis Kominfosan Kota Soal SDN 62

0
58

BengkuluKito.Com, – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kadis Kominfosan) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menjelaskan perdebatan mengenai SDN 62 diharapkan tidak membias dan tidak ada pihak yang mempolitisir.

Disampaikan Medy, Pemkot sudah mengambil banyak langkah dan kebijakan terkait persoalan lahan SD 62. Karena itu, dirinya berharap siswa SDN 62 masih dapat melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Pemkot sudah mengambil langkah terkait persoalan lahan SD 62, proses belajar-mengajar sudah dipindah sementara ke SDN 51 dan SDN 59. Agar siswa terbantu dalam mobilisasi pindah tempat belajar, Pemkot juga menyediakan bus pelajar dan angkutan Satpol PP,” terangnya, Minggu (25/8/2019).

Terkait polemik ganti rugi lahan, Medy menegaskan Pemkot sudah mengambil kebijakan dengan menganggarkan pembelian lahan baru dan membangun sekolah yang baru.

“Masalah jumlah besaran harga ganti rugi belum ada penetapan dari pengadilan, baru penilaian dari tim apraisal. Sehingga, belum bisa jadi dasar hukum untuk pembayaran,” ujarnya.

Sementara itu, sambung Medy, di APBD 2019 pembahasan dengan DPRD anggaran tersedia hanya Rp. 1 miliar.

“Tidak mungkin membayar lebih jika belum tersedia anggaran di APBD. Oleh karena itu, agar tidak ada lagi permasalahan hukum di kemudian hari, pemkot memutuskan untuk mencari lahan baru dan membangun gedung SD di lingkungan tersebut. Anggaran untuk pembelian lahan baru sudah disiapkan di APBD perubahan 2019,” jelasnya.

“InsyaAllah Pemkot akan segera bangun sekolah yang baru, mohon do’a dari seluruh masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Bengkulu tidak akan memaksa wali murid yang keberatan anaknya belajar sementara ke SDN 59 dan SD 51.

“Kalaupun ada siswa dan orang tua siswa yang mau pindah permanen ke SD lain di sekitar lingkungannya, akan dibantu percepatan administrasi perpindahan,” tutup Medy. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here