Dilimpahkan ke JPU, Dua Tsk OTT Kepahiang Pindah ke Rutan Malabero dan Lapas Perempuan

0
184

BengkuluKito.Com, – Dua tersangka hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang beberapa waktu lalu akhirnya masing-masing dipindahkan di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Kota Bengkulu.

Pemindahan kedua tersangka lantaran penyerahan tersangka dan barang bukti dari Jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun kedua tersangka yakni, oknum Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), Suryadi (45) dan Kepala Divisi (Kadiv) Advokasi dan Hukum BPAN LAI, Cahaya Sumita (40).

Disampaikan Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Rusydi Sastrawan, bahwa telah dilakukan serah terima antara jaksa penyidik kepada jaksa penuntut umum, yang diserah terimakan adalah tersangka dan barang bukti.

Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Rusydi Sastrawan.

“Besok Insya Alalh akan langsung kita limpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana korupsi (Tipikor) Bengkulu,” ucapnya, Kamis (22/8/2019).

Untuk bukti ataupun fakta dalam penyidikan ini, kata Rusydi, hampir sama waktu awal OTT.

“Kalau dalam istilah kami itu tertangkap tangan ya, kalau OTT di kawan-kawan KPK. Tertangkap tangan itu ada uang sejumlah Rp. 30 juta, masing-masing 10 juta dari tiga desa,” terangnya.

Uang tersebut adalah Dana Desa, sambung Rusydi, karena itu pihaknya menggunakan Undang-Undang Tipikor yakni Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Terkait upaya praperadilan yang diajukan para tersangka? Rusydi menjawab, Itu beda, di luar (pelimpahan) ini ya. Karena itu merupakan hak dari pada para tersangka.

“Ya tetap kita hormati prosesnya, dan kita pun melaksanakan tugas selaku jaksa penuntut umum. Ini merupakan salah satu prosesnya juga di dalam hukum acara pidana, begitu juga praperadilan yang dilakukan oleh pihak tersangka,” jelasnya.

“Jadi semuanya jalan, dan kita selaku jaksa di Kejaksaan Negeri Kepahiang siap menanggapi praperadilan nantinya di Pengadilan Negeri Kepahiang,” pungkasnya.

Diketahui, kedua tersangka terkena OTT karena diduga memaksa, mengintimidasi beberapa kepala desa untuk menyerahkan sejumlah uang dari Dana Desa (DD). (JR)

Leave a Reply