Soal Patung Kuda Simpang Lima, Ini Penjelasan Wawali

0
209

BengkuluKito.Com, – Hilangnya patung kuda yang berada di kawasan Simpang Lima Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu menjadi perbincangan hangat masyarakat Bengkulu sehingga ditanggapi serius Pemerintah Kota Bengkulu.

Hal tersebut dikarenakan beberapa obrolan terdengar bahwa Pemkot Bengkulu yang menurunkan patung kuda tersebut.

Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi menjelaskan Pemerintah Kota Bengkulu tidak pernah menurunkan patung kuda yang berada di kawasan Simpang Lima Kota Bengkulu.

Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.

“Pemkot tidak pernah menurunkannya, tiba tiba terdengar bahwa patung kuda sudah tidak ada lagi dan Pemkot belum mengetahui dimana keberadaan patung kuda tersebut,” jelasnya, Sabtu (10/9/2019).

Terkait digantinya patung kuda dengan patung Fatmawati, Dedy mengatakan, memang ada Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah pernah mengirim surat ke Walikota Helmi Hasan tentang rencana pembangunan patung tersebut.

Melalui surat itu, sambung Dedy, Walikota Bengkulu, Helmi Hasan menegaskan jika pembangunan patung Fatmawati tersebut program Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan Pemkot Bengkulu siap mendukung.

Dedy mengungkapkan, jika dirinya pernah beberapa kali mengikuti rapat dengan Yayasan Fatmawati tentang pembangunan patung Fatmawati tersebut.

“Selain pembangunan patung Fatmawati, saat ikut rapat saya mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk melakukan pelebaran jalan dari Bandara Fatmawati hingga Tugu Pers Tapak Paderi,” ungkapnya.

Kemudian, terang Dedy, Pemkot Bengkulu mohon untuk dibantu dalam pembangunan Waduk Tanjung Agung, guna mengurangi dampak banjir saat musim hujan.

“Hal ini Pemkot Bengkulu sampaikan, karena dua usulan tersebut sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain juga menanggapi hilangnya patung kuda kawasan Simpang Lima Kota Bengkulu.

“Patung kuda tersebut aset Pemkot Bengkulu yang dibangun menggunakan dana APBD Kota Bengkulu,” ucap Teuku.

Karena itu, lanjut Teuku, untuk menghapus dan memindahkan aset harus seizin dan sepengetahuan anggota DPRD kota dahulu.

Ditambahkannya, untuk pembangunan patung Fatmawati, DPRD Kota Bengkulu setuju jika ada dibangun patung dari ibu negara pertama Republik Indonesia tersebut.

“Kita setuju jika ada dibangun patung ibu Fatmawati tersebut, namun untuk digantinya patung kuda menjadi patung fatmawati, Pemprov Bengkulu dalam hal ini Gubernur Bengkulu harus melewati prosedur dan aturan yang berlaku,” tutupnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here