‘Bantuan Hukum dan Akses Keadilan Bagi Anak’ di Lapas Bentiring

0
198

BengkuluKito.Com, – Guna memberikan bantuan hukum dan akses keadilan bagi Anak yang Berhadapan dengan hukum (ABH), Lembaga Bantuan Hukum (LHB) Respublica bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bengkulu menggelar penyuluhan hukum di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bentiring Kota Bengkulu.

Penyuluhan ini juga terselenggara atas kerjasama Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bengkulu dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bengkulu.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini, mengangkat tema ‘Bantuan Hukum, Akses Keadilan Bagi Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum (ABH), dan dihadiri 56 anak yang berada di LPKA Kelas II.

Disampaikan Direktur LBH Respublica Irvan Yuda Oktora, dari hasil diskusi kegiatan penyuluhan hukum ini, anak yang berhadapan dengan hukum pada umumnya tidak mendapat kesempatan atau ditawarkan bantuan hukum sejak dari proses penangkapan, penahanan, pemeriksaan.

Direktur LBH Respublica, Irvan Yudha Oktora saat berdiskusi bersama Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

“Mereka baru mendapatkan pendampingan setelah masuk proses peradilan, atas penunjukan dari majelis hakim,” ungkapnya, Sabtu (10/8/2019).

Tidak sedikit pengakuan dari anak yang berhadapan dengan hukum, lanjut Irvan, mengatakan saat menjalani proses pemeriksaan mendapatkan tekanan baik secara fisik maupun psikologis, dan si anak merasa tidak berdaya.

“Dengan tanpa adanya pendampingan dan bantuan hukum, anak serta keluarga menjadi kesulitan memahami hak-haknya sehingga cenderung mengikuti arahan dari aparat penegak hukum. Bahkan ketika pendampingan dalam persidangan hanya sebatas formalitas saja,” terangnya.

Irvan menyebut, proses hukum yang tidak sesuai dengan aturan menimbulkan ketidakadilan bagi sang anak yang berpotensi memberikan trauma dan berdampak buruk kedepannya.

“Walaupun pemerintah telah mengatur dengan jelas dalam UU tentang Perlindungan Anak [1] serta UU tentang Sistem Peradilan Pidana Anak [2] yang mewajibkan pemberian bantuan hukum pada Anak Berhadapan dengan Hukum. Namun faktanya, tak jarang hal ini melenceng dari apa yang telah diamanatkan,” paparnya.

Ditambahkan Irvan, anak yang berhadapan dengan hukum pun tidak beda dengan anak lainnya yang membutuhkan perlindungan.

“Bukan untuk menghindar dari jerat hukum, tetapi menjamin hak-hak mereka tetap terpenuhi selama proses hukum berjalan, sehingga hak untuk mengenyam pendidikan, untuk bermain, termasuk perlindungan dalam peradilan terjamin. Salah satu yang tidak kalah penting yaitu hak untuk bantuan hukum,” pungkasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here