Kajari: Peta Bidang BPN Jadi Dasar Menentukan 62 Hektar Lahan Aset Pemkot

0
193

BengkuluKito.Com, – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bengkulu, Emilwan Ridwan mengungkapkan jika peta bidang yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi dasar penyidik menentukan 62 hektar lahan di Bentiring merupakan aset Pemerintah Kota Bengkulu.

“Intinya sekarang sudah bisa mendapatkan aslinya supaya menambah keyakinan penyidik. Dari situ, baru kita evaluasi untuk menentukan siapa yang menjadi tersangkanya. Begitu pola penyidikannya,” terangnya, Kamis (8/8/2019).

Jadi, kata Emilwan, untuk penyidikan secara umum pihaknya belum menentukan tapi Kejari Bengkulu sudah mengambil sikap bahwa perkara ini naik ke penyidikan supaya bisa dilakukan langkah-langkah upaya paksa.

“Upaya paksa ini, kita bisa memasuki tempat terkait untuk dilakukan penyitaan,” katanya.

Terkait koordinasi dengan BPN? Emilwan menjelaskan, “sudah kita lakukan koordinasi. Kemarin kan kita berbasis pada adanya peta bidang yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional. Peta bidang itu sudah di tandatangani, sudah dilakukan pengukuran, diketahui oleh Kepala Seksi Pengukuran. Dulu tahun 1990-an itu dan diketahui oleh Kepala BPN,” bebernya.

“Itu menjadi dasar kita. Peta bidang itulah yang menentukan 62 hektar tanah itu merupakan aset pemerintah daerah atau pemerintah kota,” tambahnya.

Kajari menerangkan, kalau ke BPN pihaknya sudah beberapa kali, dan nanti akan ke sana lagi.

“Nanti akan kita gali lebih jauh. Artinya ada dari masyarakat yang sudah melepaskan aset tersebut untuk diserahkan ke pihak pemerintah kota. Kalau itu sudah dijual atau dilepaskan, berarti itu sudah masuk menjadi milik aset pemerintah kota, seharusnya seperti itu,” jelasnya.

Emilwan menyebut, itulah gunanya penyitaan dan penggeledahan yang dilakukan oleh teman-teman (Timsus Kejari)

Untuk dokumen yang sudah disita, Emilwan menjawab, “Saya harus memeriksa lagi, saya harus memeriksa lebih jauh lagi alat-alat bukti itu, karena tadi sifatnya baru penggeledahan,” tandasnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here