Camat Muara Bangkahulu dan Istri Diperiksa Penyelidik

0
902

BengkuluKito.Com, – Camat Muara Bangkahulu, Asnawi Amri dan istri Dewi Astuti diperiksa tim penyelidik Kejari Kota Bengkulu.

Pemeriksaan tersebut terkait dugaan penyimpangan atau penjualan aset lahan atau tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu yang berlokasi di Perumahan Korpri Bentiring.

Camat Muara Bangkahulu, Asnawi Amri, saat tiba di Kantor Kejari Kota Bengkulu.

Selain itu, empat orang lainnya juga diperiksa yakni Lurah Bentiring Malidin Sena, Kabag pemerintahan kota M. Dani, mantan staf pemerintahan kota, Tri Oktarianto, dan Staf Camat Muara Bangkahulu, Taher.

Disampaikan Kajari Bengkulu, Emilwan Ridwan, hari ini pihaknya melakukan pemanggilan terkait dengan pelepasan aset di daerah Bentiring.

“Hari ini tim Pidsus melakukan pemeriksaan 6 orang terkait,” ucapnya, Selasa (6/8/2019), di Kantor Kejari Kota Bengkulu.

Seperti yang dilihat, kata Emilwan, pemeriksaan masih berjalan. Tim penyelidik sudah melaporkan beberapa perkembangan terkait penyelidikan perkara tersebut.

“Jadi yang diperiksa camat, lurah, dari unsur pemerintahan, dari DPPKAD, dan juga ada dari unsur swasta,” terangnya.

Terkait perkembangan kasus tersebut? Emilwan menjawab, “saya kira kita tunggu dulu ya karena teman-teman penyelidik masih melakukan pemeriksaan. Nanti kita ekspos (internal) dulu untuk mengevaluasi apa hasil pemeriksaan hari ini,”

Emilwan menambahkan, pihaknya tetap akan melakukan pemanggilan. “Besok ada lagi pemanggilan. Secara materi nanti aja kita sampaikan,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Muara Bangkahulu Asnawi Amri saat dikonfirmasi terkait pemeriksaan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penyelidik.

Pantauan BengkuluKito.Com, pemeriksaan terhadap Camat Muara Bangkahulu dilakukan sejak pagi, dan hingga sore hari penyelidik masih melakukan pemeriksaan.

Terhimpun, lahan seluas 62 hektar tersebut merupakan tanah milik Pemerintah Kota Bengkulu yang dilakukan pembebasan lahan kepada masyarakat tahun 1995, zaman Wali Kota Bengkulu Chairul Amri.

Lahan tersebut berlokasi di Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu.

Kemudian, tahun 2015 lahan tersebut diduga diperjualbelikan oleh oknum tertentu kepada pihak pengembang perumahan.

Sebelumnya, penyelidik Kejari Bengkulu juga sudah memanggil dan memeriksa pihak terkait lainnya, yaitu mantan Ketua RT 13 Kelurahan Bentiring Fahrizal, mantan juru bayar dari pemerintahan Saifudin dan mantan Asisten I Pemkot Bengkulu Syafran Junaidi (tidak datang). (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here