RSHD Kota Bengkulu Menuju Akreditasi Paripurna

0
27

BengkuluKito.Com, – Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu sedang menjalani proses penilaian akreditasi menuju akreditasi paripurna.

Saat ini, RS yang berada di Simpang Lima ini masih menyandang Akreditasi Utama.

Dengan pembenahan dan inovasi yang berkelanjutan, rumah sakit yang diinisiasi Walikota Helmi Hasan ini tengah menuju akreditasi paripurna.

Tim Survei Akreditasi SNARS Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pun melakukan verifikasi langsung ke RS tersebut.

Kegiatan Survei Akreditasi berlangsung dari tanggal 30 Juli – 2 Agustus 2019.

Pada hari kedua ini, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi diwawancarai tim surveyor terkait tahapan penilaian akreditasi rumah sakit.

Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi saat diwawancarai tim surveyor.

“Tadi kita diwawancarai tim survei akreditasi rumah sakit. Alhamdulillah beberapa pertanyaan yang disampaikan tim survei bisa semuanya kita jawab dengan baik,” ungkap Dedy, Rabu (31/7/2019).

Dedy mengaku, ada beberapa catatan dan masukan dari tim survei akreditasi terkait beberapa pelayanan di Rumah Sakit Harapan dan Doa.

Dimana tim tersebut berharap agar RS itu bisa mempertahankan kualitas yang ada dan meningkatkannya.

“Ini guna mewujudkan harapan kita semua, agar RSHD benar-benar menjadi tumpuan masyarakat dan menjadi rumah sakit yang terbaik di Bengkulu,” kata Dedy.

Untuk mencapai Akreditasi Paripurna, sambung Dedy, diperlukan dukungan dari semua pihak untuk mencapai predikat tersebut.

“Mohon dukungan dari masyarakat agar RSHD menjadi rumah sakit terbaik di Bengkulu. Selain itu, mohon dukungan dari pihak rumah sakit, baik itu dokter, perawat dan tenaga kerja lainnya untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap pasien yang datang ke Rumah Sakit,” imbaunya.

Selain itu, Dedy mengatakan, kedepannya Pemkot akan menambah fasilitas yang ada di RSHD.

“Insya Allah tahun 2020 sudah kita anggarkan untuk penambahan instalasi di RSHD. Seperti, kita akan membuat ruang OK yang standar. Insyaallah beberapa hal yang belum kita punya akan kita lengkapi,” pungkasnya.

Diketahui, Akreditasi Paripurna merupakan tingkatan paling atas pada rumah sakit, yang mana rumah sakit mendapat sertifikat akreditasi tingkat paripurna bila dari 16 BAB yang di survei mendapat nilai minimal 80%.

Adapun Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1, terdiri dari :

1. Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)
2. Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas (ARK)
3. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
4. Asesmen Pasien (AP)
5. Pelayanan Asuhan Pasien (PAP)
6. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
7. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO)
8. Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE)
9. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
10.Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
11.Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS)
12.Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
13.Kompetensi & Kewenangan Staf (KKS)
14.Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM)
15.Program Nasional (menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan angka kesehatan ibu dan bayi, menurunkan angka kesakitan HIV/AIDS, menurunkan angka kesakitan tuberkulosis, pengendalian resistensi antimikroba dan pelayanan geriatri)
16.Integrasi Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan Rumah Sakit (IPKP). (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here