Kepala BNNK: 2018, Pelajar dan Mahasiswa Pemakai Narkoba 2 Juta Lebih

0
47

BengkuluKito.Com, – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bengkulu menggelar Workshop Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Instansi Pemerintah Kota Bengkulu, di Jodipati Hotel, Rabu (24/7/2019).

Kepala BNNK Bengkulu AKBP Alexander S, Soeki dalam sambutannya menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, tidak boleh setengah-setengah dan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen bangsa baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat.

“Hasil survei tahun 2018 di 13 provinsi didapatkan bahwa, angka prevalensi kelompok pelajar dan mahasiswa yang pakai sebesar 3,21% atau sebanyak 2.297.492 orang dari total jumlah pelajar dan mahasiswa 15.440.000 orang,” ucapnya.

Sedangkan pada kelompok pekerja, Sambung Alexander, didapatkan angka prevalensi sebesar 2,1 % atau sebanyak 1.514.037 orang dihitung dari total pekerja formal sebanyak 74.030.000 orang.

“Menghadapi ancaman tersebut, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran MenPanRB Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika di Lingkungan Instansi Pemerintah,” ungkapnya.

Untuk aplikasinya, tertuang dalam Intsruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika tahun 2018-2019 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2019 tentang fasilitas P4GN dan Prekursor Narkotika.

“BNN Kota Bengkulu telah melakukan koordinasi dan kerjasama kepada instansi pemerintah daerah maupun instansi pemerintah vertikal yang berkedudukan di wilayah Kota Bengkulu dalam upaya memerangi maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika di Kota Bengkulu,” jelas Alexander S, Soeki.

Kedepan, pihak BNN Kota Bengkulu berharap disetiap instansi pemerintah di Kota Bengkulu memiliki operator sekaligus sebagai Satgas Anti Narkoba di masing-masing instansi pemerintah.

“Hal ini guna mendukung rencana aksi nasional sebagai wujud nyata pelaksanaan Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018,” tutupnya.

Diketahui, peserta yang hadir dalam acara tersebut dari ASN pejabat eselon III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu sebanyak 20 orang dan dilakukan juga tes urine bagi ASN tersebut.

Selain itu, turut hadir Kasi Rehabilitasi BNN Kota Bengkulu Saparudin, Kasi P2M BNN Kota Bengkulu Syaiful Anwar dan Penyuluh Narkoba Nuche Marlianto dan Rian NK Tama.

Terhimpun, adapun pemateri dalam workshop tersebut, yakni Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S, Soeki, tentang Kelurahan (Desa) Bersinar yang merupakan pilot project Kota Bengkulu.

Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol Agus Riansyah tentang kebijakan regulasi P4GN dilingkungan ASN.

Kemudian, Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Kejari Bengkulu Bertha Camelia, sebagai tentang P4GN dari segi hukum, mewakili Kepala Kesbangpol Kota Bengkulu Teffi Susanto tentang Rencana Aksi Daerah P4GN, dan dari dokter klinik rehabilitasi BNN Kota Bengkulu dr. Yuranto Eka Putra. (Rilis/RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here