Ratusan Siswa Belajar di Jalan, Wali Murid SDN 62 Minta Wali Kota Bengkulu Mundur

0
676
Siswa-siswi SDN 62

BengkuluKito.Com, – Akibat terbengkalainya nasib ratusan siswa-siswi SDN 62 Kota Bengkulu, yang terpaksa belajar di jalan lantaran sekolah mereka ditutup, wali murid siswa meminta agar Wali Kota Bengkulu mundur.

Hal tersebut disampaikan wali murid saat berorasi di depan Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa (23/7/2019).

“Jangan hanya janji-janji, kalau tidak ada penuntasan soal ini kami minta mundur dari Wali Kota Bengkulu,” ucap salah satu perwakilan wali murid, Ermawati.

Wali murid SDN 62, Ermawati.

Diungkapkannya, orang sakit saja dikunjungi, santunan bagi rakyat miskin dikunjungi, tetapi masalah pendidikan tidak ada perhatian sedikit saja untuk SDN 62 Kota Bengkulu.

Dengan adanya sengketa ini, kata Ermawati, pembangunan SDN 62 sangat terbengkalai dan tertinggal dari SDN lainnya yang sudah menjadi dua tingkat.

“Sedangkan kami, jangankan untuk pembangunan, untuk cat saja dalam setahun ini kami susah untuk mengganti,” keluhnya.

“Jadi, kami meminta bertemu dengan Pemerintah Kota Bengkulu guna meminta kejelasan soal ini,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bengkulu Marjon menerangkan pemerintah tidak akan mengecewakan orang tua siswa karena sama-sama memahami kondisi ini.

Sekda Kota Bengkulu, Marjon saat menerima perwakilan wali murid SDN 62 di ruang kerjanya.

“Seyogyanya (sengketa lahan SDN 62) memang sudah lama tuntas, tetapi terkait dengan putusan pengadilan untuk melakukan pembayaran tentunya kita ini kan tidak bisa sekaligus. Karena pemerintah tidak punya uang sekaligus, butuh penganggaran terlebih dahulu,” ujarnya.

Penganggaran pun, kata Marjon, kalau sebesar yang diinginkan mungkin tidak sanggup, beguyur. “Nah, kenyataannya yang sudah kita anggarkan mereka (ahli waris) tidak mau diangsur, kan begitu. Ini persoalannya, sehingga terjadilah hal seperti ini,” terangnya.

Tapi yakinlah, terang Marjon, pemerintah tidak akan mengecewakan ibu bapak sekalian apalagi ini pendidikan.

“Hari ini proses tetap berjalan, negosiasi tetap berjalan kita minta selama 6 bulan sekolah tidak ditutup karena itu butuh proses. Tentunya, jangan sampai anak tidak sekolah itu prinsip pemerintah. Jangan satu pun anak tidak bersekolah, apalagi gara-gara sekolah ditutup,” pungkasnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here