“Kami Minta Wali Kota Datanglah ke SDN 62 Sebagai Bentuk Simpatik”

0
561

BengkuluKito.Com, – Puluhan wali murid SDN 62 mendatangi Kantor Wali Kota Bengkulu guna meminta kejelasan terhadap sengketa lahan yang belum juga ada penyelesaian, Selasa (23/7/2019).

Salah satu wali murid kelas 5, Ermawati mengatakan, pihak Pemerintah Kota Bengkulu tentunya harus bertanggungjawab atas permasalahan yang terjadi sekarang.

“Seolah-olah kami ini seperti anak yang kehilangan induknya, tidak ada penyelesaian dari pemerintah kota. Jadi, kami minta penyelesaiannya atau anak kami terganggu, fisiknya terganggu dan mentalnya sangat terganggu,” ucapnya saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor Wali Kota Bengkulu, sembari berurai air mata.

“Kami meminta wali kota kami, sebagai pemilih wali kota dahulu, kami memilih beliau menjadi wali kota, kami mohon datanglah ke SDN 62 Kota Bengkulu sebagai simpatik kepada wali murid ini,” tambahnya.

Disisi lain, Sekda Kota Bengkulu Marjon menjelaskan, terkait dengan kepastian apakah masih belajar di sana (SDN 62), akan dibiarkan dulu dari pada mencari ribut saja.

Sekda Kota Bengkulu, Marjon saat bertemu dengan perwakilan wali murid SDN 62.

“Tentunya begini, ada sisi yang diuntungkan. Tentu bagi anak yang rumahnya dekat di sana kan diuntungkan, tetapi itu tunggu pendataan terlebih dahulu. Misalnya ada anak yang dekat dengan SD 19, maka nanti kita tarok di kelas yang sama di SD 19. Itu cara penanganannya,” jelas Marjon, saat menerima perwakilan wali murid untuk mencari solusi penyelesaiannya.

Ditambahkan Marjon, pemerintah tidak akan mengecewakan orang tua siswa karena sama-sama memahami kondisi ini.

“Seyogyanya memang sudah lama tuntas, tetapi terkait dengan putusan pengadilan untuk melakukan pembayaran tentunya kita ini kan tidak bisa sekaligus. Karena pemerintah tidak punya uang sekaligus, butuh penganggaran terlebih dahulu,” paparnya.

Penganggaran pun, terang Marjon, kalau sebesar yang diinginkan mungkin tidak sanggup, beguyur. “Nah, kenyataannya yang sudah kita anggarkan mereka (ahli waris) tidak mau diangsur, kan begitu. Ini persoalannya, sehingga terjadilah hal seperti ini,” terangnya.

Tapi yakinlah, kata Marjon, pemerintah tidak akan mengecewakan ibu bapak sekalian apalagi ini pendidikan.

“Hari ini proses tetap berjalan, negosiasi tetap berjalan kita minta selama 6 bulan sekolah tidak ditutup karena itu butuh proses. Tentunya, jangan sampai anak tidak sekolah itu prinsip pemerintah. Jangan satu pun anak tidak bersekolah, apalagi gara-gara sekolah ditutup,” imbuhnya.

Diketahui, akibat sengketa lahan SDN 62 ratusan siswa terpaksa belajar di jalan lantaran pihak ahli waris tetap memilih menutup sekolah, sampai ada penyelesaian atas permasalahan tersebut. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here