Resmi, Wali Murid SDN 62 Surati Polda Minta Pengamanan

0
340

BengkuluKito.Com, – Sejumlah perwakilan wali murid dan Kepala Sekolah SDN 62, Sawah Lebar Kota Bengkulu, resmi menyurati Polda Bengkulu guna meminta pengamanan terkait sengketa lahan, Sabtu (20/7/2019).

Hal tersebut dibenarkan oleh Pengacara Pemkot Bengkulu, Wawan Ersanova saat dikonfirmasi.

“Mereka (Polda) minta dimasukan surat secara resmi, dan tadi sudah dimasukan,” terangnya.

Terhimpun, surat permohonan perihal pengamanan SDN 62 Kota kepada Polda Bengkulu berisi sembilan poin, diantaranya:

1. Bahwa terkait polemik yang terjadi antara pihak Pemda Kota Bengkulu dengan ahli waris tanah SDN 62 Kota Bengkulu yang beralamat di Jalan Rukun Nomor 39 Sawah Lebar Kota Bengkulu telah membuat kerugian bagi kami,

2. Bahwa pihak ahli waris telah beberapa kali memagari/memortal pagar SDN 62 Kota Bengkulu sehingga kami sangat terganggu akibat tindakan ahli waris tersebut,

3. Bahwa terakhir kali pemagaran/portal yang dilakukan ahli waris pada Sabtu, 13 Juli 2019,

4. Bahwa setelah negosiasi antara pihak ahli waris dengan Pemda Kota Bengkulu serta pihak sekolah, maka pada Minggu 14 Juli 2019 sekira pukul 22.30 WIB pagar dibuka sebagian oleh ahli waris,

5. Bahwa kami mendapat informasi ahli waris memberi waktu selama satu minggu sejak Senin 15 Juli 2019, untuk mengosongkan atau pindah dari SDN 62 Kota Bengkulu,

6. Bahwa kami tidak mengerti tentang putusan pengadilan/ganti rugi lahan yang diminta oleh para ahli waris kepada pihak Pemda Kota Bengkulu,

7. Bahwa kami hanya ingin proses belajar-mengajar di SDN 62 Kota Bengkulu tidak terganggu demi masa depan anak-anak dan keberlangsungan murid-murid SDN 62 Kota Bengkulu yang saat ini jumlah murid sebanyak 378 siswa,

8. Bahwa kami mendapat informasi dari pihak Dinas Pendidikan Kota Bengkulu akan memindahkan lokasi SDN 62 Kota Bengkulu dan membangun gedung baru,

9. Bahwa kami meminta sampai ada keputusan/terbangunnya sekolah baru tersebut kami dapat menempati gedung SDN 62 sekarang. Karena sepengetahuan kami gedung tersebut masih milik Pemda Kota Bengkulu yang dibangun melalui anggaran pemerintah.

Terhadap hal-hal tersebut diatas, mohon kiranya bapak Kapolda Bengkulu melalui Direktur Reskrim Umum Polda Bengkulu,

1. Membantu kami selaku pihak yang berkepentingan langsung terhadap sekolah tersebut memberikan pengamanan dan mengayomi kami agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung sebagaimana mestinya tanpa ada gangguan,

2. Mohon kiranya pihak Polda Bengkulu dapat membantu kami sehingga tidak ada pemagaran/portal yang mengakibatkan kami tidak dapat melakukan proses belajar-mengajar di gedung SDN 62 Kota Bengkulu.

Adapaun yang bertandatangan dan mewakili pihak sekolah serta wali murid SDN 62 Kota Bengkulu dalam surat tersebut, yakni Kepala Sekolah SDN 62 Tutik Sunarsih, Ketua Komite SDN 62 Diri Hadi, wali murid Saparudin, wali murid Siti Paulina, wali murid Pardamean, dan wali murid Jamilah.

Sebelumnya Jecky Haryanto selaku pengacara ahli waris mengatakan, menjadi pertanyaan ketika wali murid mendatangi Polda Bengkulu didampingi oleh kuasa hukum dari Pemerintah kota.

“Pihak kepolisian juga harus melihat ini dengan objektif, fakta-fakta yang ada, dan melihat persoalan ini telah berlangsung bertahun-tahun serta berlarut-larut hingga adanya putusan Mahkamah Agung,” jelasnya.

Jecky berharap, nantinya pihak kepolisian bisa memberikan solusi yang terbaik terkait permasalahan SDN 62 Kota Bengkulu ini. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here