Pengacara Ahli Waris Sebut Wali Murid SDN 62 Harusnya Datangi Walikota

0
376

BengkuluKito.Com, – Terkait perwakilan wali murid beserta pengacara Pemkot yang mendatangi Polda Bengkulu guna meminta perlindungan hukum atas sengketa lahan SDN 62 Kota Bengkulu, mendapat respon dari pengacara ahli waris, Jecky Haryanto.

Ia mengatakan, semestinya wali murid mendatangi pihak Walikota Bengkulu, bagaimana permasalahan ini dapat diselesaikan dengan solusi yang baik.

“Pemerintah kota memberikan solusi pemindahan lahan, tetapi mereka meminta waktu untuk berada di lokasi. Saya fikir ini tidak adil juga,” terangnya, Jum’at (19/7/2019).

Solusi yang diambil juga tidak baik, kata Jecky, mereka ingin pindah tetapi meminta waktu, yang dirugikan tentunya ahli waris.

Dari sikap yang diambil hingga berdirinya bangunan memerlukan waktu, sedangkan pihak ahli waris tidak dapat memanfaatkan lahan tersebut.

“Jadi tidak ada keadilan juga di situ. Makanya ini mesti dilihat, solusinya yang terbaik berada di tangan walikota bukan mendatangi pihak kepolisian,” ujarnya.

Apabila wali murid SDN 62 Kota Bengkulu mendatangi Polda Bengkulu itu hal yang sah-sah saja, apalagi tujuan ke sana untuk meminta perlindungan hukum.

Tetapi, sambung Jecky, yang harus diingat ahli waris juga warga negara Indonesia yang juga memiliki hak dilindungi oleh hukum.

Jecky mengungkapkan, menjadi pertanyaan ketika wali murid mendatangi Polda Bengkulu didampingi oleh kuasa hukum dari Pemerintah kota.

“Pihak kepolisian juga harus melihat ini dengan objektif, fakta-fakta yang ada, dan melihat persoalan ini telah berlangsung bertahun-tahun serta berlarut-larut hingga adanya putusan Mahkamah Agung,” jelasnya.

Ditambahkan Jecky, nantinya pihak kepolisian bisa memberikan solusi yang terbaik terkait permasalahan SDN 62 Kota Bengkulu ini.

Diketahui, perwakilan wali murid datang ke Polda Bengkulu, Jum’at (19/7/2019) didampingi Tim Kuasa Hukum Pemerintah Kota Bengkulu, Wawan Ersanovi, Diknas Pendidikan Kota Bengkulu dan Kabag Hukum Pemerintah Kota Bengkulu. (RC)

Leave a Reply