Pilwagub, Rohidin Sebut Tak Akan Intervensi Dewan

0
190

BengkuluKito.Com, – Terkait Pemilihan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bengkulu yang dilakukan DPRD Provinsi, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah memastikan tidak akan melakukan pengarahan kepada anggota dewan terkhusus untuk 5 anggota dewan dari Partai Golkar Provinsi Bengkulu.

Kata Rohidin, dewan dari Fraksi Partai Golkar bebas untuk memilih dua Cawagub yang telah diserahkan oleh empat partai pengusung yakni Muslihan DS atau Dedy Ermansyah.

“Itu internal partai, kita memberikan keleluasaan untuk memilih di DPRD nanti,” ucapnya, Selasa (16/7/2019).

Rohidin menjelaskan, dia tidak akan melakukan pengarahan secara khusus karena anggota dewan telah memilih haknya masing-masing.

Apalagi, dalam sistem demokrasi tersebut dewan juga memiliki pertimbangan untuk memilih yang tepat, agar Wagub nantinya bisa memberikan kontribusi untuk kemajuan daerah.

“Pasti anggota dewan sudah mempunyai pertimbangan masing-masing untuk kemajuan daerah. Begitupun dengan anggota dewan lainnya, juga memilih hak secara demokrasi untuk memberikan pilihan,” terangnya.

Jikapun ada arahan, kata Rohidin, itu merupakan kebijakan masing-masing parpol. Selain itu, jika ada arahan dari parpol lain, itu merupakan hak parpol.

Terkait money politik atau politik uang, Rohidin menegaskan, hal tersebut jangan sampai terjadi karena sistem demokrasi yang telah dibuat harus tetap dilakukan tanpa ada embel-embel lainnya.

Apalagi soal uang, lanjutnya, jangan sampai hal tersebut dilakukan baik kepada Cawagub itu sendiri maupun kepada dewan yang akan menentukan pilihan.

“Saya tekankan betul, politik uang itu jangan sampai terjadi dan lakukanlah proses itu secara demokrasi dan terbuka,” jelasnya.

Sementara itu, untuk dua nama Cawagub, Rohidin mengaatakan masih belum diserahkan kepada DPRD Provinsi Bengkulu, karena saat ini pihaknya masih mengkaji terkait surat yang akan disampaikan kepada DPRD Provinsi.

“Kami pastikan tidak akan melewati waktu 15 hari, dari sejak tanggal (9/7/2019) dua nama Cawagub itu diserahkan kepada gubernur,” jelasnya.

“Sekarang lagi dibahas Asisten I. Prinsip kita, dikasih ruang 15 hari dan kita yakin tidak akan lewat dari tanggal itu,” tambahnya.

Untuk kriteria Cawagub, sambung Rohidin, dirinya tidak memiliki kapasitas memberikan kriteria Cawagub, tugasnya hanya menyampikan kepada DPRD Provinsi agar dua nama yang disampaikan gubernur itu bisa dipilih.

“Tidak ada kriteria karena bukan seperti peneriman CPNS. Itu sudah memenuhi kriteria semua dan Parpol sudah mengevaluasi secara intenal, sehingga disampaikan dengan saya,” ujarnya.

Ketika nantinya telah disampaikan kepada DPRD Provinsi, Rohidin meminta proses pemilihan harus dilakukan secara demokrasi, terbuka dan tidak menyalahi aturan, sehingga Provinsi Bengkulu memiliki Wagub.

“Pesan saya lakukanlah secara demokratis. Kedepan, aturan pilihlah secara terbuka,” tutupnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here