Sengketa SDN 62, Jecky: Pemkot Sepatutnya Tegas dan Jangan Digantung Tanpa Kepastian

0
305

BengkuluKito.Com, – Terkait sengketa lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 62 di Jalan Rukun Nomor 39 Sawah Lebar Kecamatan Ratu Agung, Jecky Haryanto selaku pengacara ahli waris mengatakan sudah sepatutnya Pemerintah Kota Bengkulu bersikap tegas dan jangan digantung tanpa kepastian.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, dalam hal ini diwakili Diknas Kota yang berencana mencari lahan baru dan memindahkan kegiatan belajar SDN 62, Senin (15/7/2019).

Dikatakan Jecky, untuk saat ini pihaknya belum diberitahu secara langsung perihal tersebut. Pembayaran ganti rugi lahan adalah kesepakatan kedua belah pihak antara Pemkot dan ahli waris.

“Taksiran Rp. 3,4 miliar biaya ganti rugi juga bukan ahli waris yang menentukan, tetapi ditentukan oleh Tim Appraisal yang ditunjuk Pemkot dengan anggaran APBD,” tulisnya, melalui pesan WhatsApp.

Pada saat itu, terang Jecky, disepakati apapun hasil Tim Appraisal akan dipatuhi kedua belah pihak.

“Kami mengapresiasi sikap Pemkot untuk segera memindahkan kegiatan belajar SDN 62, dan selanjutnya mencari lahan baru untuk SDN 62 jika Pemkot tidak sanggup membayar ganti rugi yang dijanjikan,” ungkapnya.

Jecky menyebut, sudah sepatutnya sebagai pemerintah bersikap tegas menyelesaikan permasalahan yang ada di Kota Bengkulu ini.

“Hal ini jugalah yang kami harapkan, adanya kepastian sikap Pemkot terkait masalah ini. Jangan digantung-gantung tanpa kepastian, kasihan anak murid SDN 62 yang jadi korban dan jangan pada akhirnya menyalahkan ahli waris,” ujarnya.

Ditambahkannya, ahli waris hanya memperjuangkan hak sebagaimana yang telah diperjanjikan Pemerintah Kota Bengkulu .

“Satu minggu waktu yang diberikan, semoga bisa dimaksimalkan pihak Pemkot. Tetapi apabila tidak sesuai kesepakatan, akan kami tutup kembali,” tandas Jecky. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here