Mutasi Dibatalkan, Sudisman: Terkesan Tidak Selektif

0
92

BengkuluKito.Com, – Batalnya mutasi terhadap 337 ASN di lingkungan Pemkot, Rabu (8/7/2019) kemarin, lantaran keluarnya Surat Keputusan (SK) Walikota Bengkulu, Helmi Hasan yang membatalkan mutasi tersebut, Selasa (9/7/2019), mendapat tanggapan berbagai pihak.

Salah satunya Ketua Fraksi Hanura, Sudisman. Ia mengatakan, keputusan Walikota Bengkulu membatalkan mutasi terkesan kurang adanya koordinasi dan tidak selektif.

Bagaimana tidak, Pemerintah Kota Bengkulu hanya disibukan dengan mutasi saja, dan yang baru-baru ini jumlahnya terbilang cukup fantastis.

“Kebijakan Walikota Bengkulu tidak seperti itu, mutasi yang dilaksanakan tidak sesuai dengan kebijakan Walikota Bengkulu,” ungkapnya melalui sambungan telephone, Selasa (9/7/2019).

SK Walikota Bengkulu, yang membatalkan mutasi 337 ASN di Pemkot Bengkulu.

Sebenarnya Walikota Bengkulu tidak menginginkan seperti itu, sambung Sudisman, karena apabila sering terjadi mutasi akan menimbulkan keresahan antar ASN Pemerintah Kota Bengkulu.

Ia menambahkan, mutasi tersebut kurang terseleksi dengan baik. Jangan terkesan tiap sebentar mutasi, tidak baik juga dipandangan masyarakat apalagi sampai dibatalkan.

“Mutasi memang perlu dalam rangka evaluasi kinerja pegawai, kita setuju, perlu memang. Tetapi, hendaknya dilaksanakan secara selektif dan tidak tergesa-gesa,” ujarnya.

Walikota Bengkulu, lanjut Sudisman, mungkin menghendaki mutasi yang dilakukan harus selektif, tidak terkesan terburu-buru dan melihat juga nama-nama yang harus di mutasi. Karena, apabila orang-orang yang dimutasi adalah orang-orang produktif yang di nonjobkan, hal itulah yang membuat Walikota Bengkulu merasa keliru.

“Mutasi hendaknya dilakukan dengan selektif dan jangan terksesan terburu-buru, serta harus melihat juga kinerja nama-nama ASN yang akan dimutasi,” tutupnya.

Diketahui, pembatalan mutasi tersebut dilakukan Walikota berdasarkan surat nomor 800/1249/BKPP/2019 yang ditandatangani langsung Walikota Bengkulu, Helmi Hasan. (RC)

Leave a Reply