Justice Collaborator Ditolak, Bendahara Benteng Divonis 4 Tahun

0
69

BengkuluKito.Com,- Sidang lanjutan kasus korupsi pemotongan anggaran rutin Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), dengan agenda pembacaan putusan, Rabu (3/7/2019) di gelar di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu.

Dalam sidang tersebut Majelis Hakim diketuai Fitrizal Yanto menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda 200 juta dengan subsider 3 bulan terhadap terdakwa Fintor Gunanda.

“Menjatuhkan pidana terhadap fintor gunanda selama 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta dan apabila uang tersebut dibayar, maka diganti dengan kurungan 3 bulan, ” Kata Fitrizal saat memimpin persidangan.

Dalam pembacaan putusan tersebut, Majelis Hakim menolak permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan terdakwa, dikarenakan terdakwa terbukti melanggar pasal 12 e Undang-Undang tindak pidana korupsi.

Sebagai Pegawai Negeri, sambung Fitrizal, Fintor terbukti melakukan pungutan liar (pungli) sebesar 10 persen disetiap dana kegiatan di Dinkes Benteng yang dianggarkan.

Sementara itu, terdakwa Fintor Gunanda yang didampingi kuasa hukumnya, Efran Hariadi berupaya pikir-pikir dulu saat mendengar putusan hakim karena terdakwa mengaku merasa keberatan dengan ditolaknya upaya permohonan JC.

“Ya, kami merasa keberatan permohonan JC ditolak. Padahal di Polda Bengkulu segala persyaratan sudah kita penuhi. Berarti permohonan kita itu tidak dipertimbangkan sama sekali,” bebernya.

Selanjutnya terdakwa diberikan waktu selama tujuh hari kedepan untuk menentukan sikap apakah menempuh upaya banding atau tidak. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here