Lagi-Lagi Nasdem, Cawagub Batal Diserahkan

0
258
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring dari partai Hanura.

BengkuluKito.Com,- Rencana dua nama calon Wakil Gubernur (Cawagub) dari Partai Hanura dan Partai Nasdem kembali batal diserahkan ke Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, lantaran partai Pengusung belum menerima surat rekomendasi secara resmi atas usulan Cawagub dari Partai Nasdem, padahal penyerahan dua nama Cawagub itu seharusnya sesuai kesepakatan diserahkan kemaren, Senin (1/7/2019).

Saat dikonfirmasi Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring S.H, Selasa (2/7/2019), membenarkan pembatalan penyerahan Dua nama Cawagub kepada Gubernur Bengkulu kemaren.

“Rencananya penyerahan Cawagub memang begitu, tapi rekomendasi dari Partai Nasdem belum kita terima, jadi apa yang harus kami serahkan,” ungkap Usin.

Dijelaskan Usin, pengiriman nama Cawagub ke Gubernur Bengkulu hanya menunggu dari Partai Nasdem, sebab parpol pengusung sudah bersepakat untuk menyerahkan dua nama Cawagub dari kader Partai Nasdem dan Partai Hanura.

Selain itu, kata Usin, untuk partai Hanura sendiri tidak akan merubah nama yang direkomendasikan DPP yakni Muslihan DS.

“Ya, kalau sudah ada rekomendasinya secara resmi, kita serahkan dan tidak akan menunggu lama-lama,” tegas Usin.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai Nasdem Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali mengatakan, dari Partai Nasem sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP untuk nama Cawagub yakni Dedy Ermansyah.

Hanya saja, sambung Tantawi, untuk memberikan rekomendasi tersebut ke Gubernur maupun parpol merupakan kebijakan dari Ketua DPW Partai Dasdem Provinsi Bengkulu, Ferry Ramli.

“Nanti yang menyerahkan itu Ketua Parpol atau pengurus yang diminta mewakilinyan tetapi untuk namanya Cawagubnya sudah ada Dedy Ermansyah, surat resminya belum saya baca,” bebernya.

Ketika dua nama tersebut nantinya telah diserahkan ke Gubernur, kata Tantawi, maka nama yang sudah direkomendasi sebagai cawagub untuk bisa menyiapkan visi misi menjadi wagub. Sebab, dewan yang akan memilih nantinya akan melihat sejauh mana visi misi dalam membantu gubernur sampai habis masa periodenya.

“Siapkan visi misinya. Apa targetnya. Jangan sampai ada wagub justru pemerintahan menjadi kacau. Apalagi mau mendekati Pilkada. Kita juga mau tau apa yang akan diperbuat,” ungkap Tantawi.

Selain itu juga, dalam pemilihan nantinya, Tantawi mengatakan, dewan yang hadir dalam sidang paripurna harus lebih dari tiga perempat dari total 45 anggota dewan, artinya harus lebih dari 15 orang yang hadir. Jika kurang maka pemilihan tidak bisa dilakukan. Termasuk memilihnya juga harus mendapatkan setengah plus satu dari total anggota dewan yang hadir.

“Itu teknis di pemilihan. Kita tunggu dua nama itu masuk dulu ke DPRD Provinsi. Kalau sudah masuk, bisa cepat diproses,” tutupnya.

Diketahui, dalam waktu dekat penyerahan dua nama Cawagub tersebut sudah harus bisa diserahkan ke Gubernur. Sebab, pemilihan Cawagub terakhir pada 31 Juli ini dan jika sampai waktu tersebut belum juga terisi, maka jabatan Wagub akan tetap kosong. (RC)

Leave a Reply