Sudah Bukan Waktunya Lagi Untuk Benci Mantan

0
56

Penulis: Maria Septia

Diputusin pacar pas lagi sayang-sayangnya, memang kadang bikin sakit hati. Merasa sudah melakukan segalanya untuk pasangan tapi kok dia malah mutusin hubungan tanpa alasan yang jelas. Apalagi kalau akhir hubungan karena dikhianati pasangan, bisa-bisa sakit hati bertahan lama meski hubungan telah berakhir.

Sebenarnya gak ada guna mempertahankan kemarahan dan kebencian, pada pasangan yang telah menyakiti hati kita. Hal itu malah bisa menjadi racun dan membuat kita tidak bergerak maju. Saat kita masih terjebak dalam dendam karena sakit hati oleh mantan pacar, secara gak langsung hidup kita masih dipengaruhi olehnya.

Sudah bukan waktunya lagi untuk membenci mantan. Bisa-bisa kamu hanya membuang waktu percuma. Selalu ingat beberapa hal ini saat kamu masih membenci mantanmu:

1. Lupakan kemarahanmu di awal

Memang benar amara bisa dikatakan sebagai emosi yang tidak baik dan bikin hati tidak nyaman. Kita mungkin ingin berusaha sekuat tenaga untuk berdamai dengan keadaan, meredam amara. Berusaha tidak marah tapi malah melampiaskan dengan perilaku yang justru merusak diri sendiri dan tidak sehat. Namun berusaha meredam asmara dengan langkah-langkah yang merugikan diri sendiri malah tidak membuat kita lebih baik.

Saat mantan terbukti melakukan sesuatu yang buruk, melanggar batasan atau melakukan hal yang melukai perasaan, kita berhak marah. Meluapkan amara dalam situasi ini akan menyadarkan bahwa diri kita berharga dan tidak ada seorangpun yang berhak untuk berlaku buruk pada kita.

Rasa sakit hati yang kita rasakan bisa jadi menjadi tanda yang menguntungkan, bahwa kita tidak sedang bersama dengan orang yang tepat. Amara ini memberanikan diri untuk menunjukkan bahwa kita berani untuk berpisah dari toxic relationship. Jika kita hanya diam dan mencoba berdamai dengan keadaan ini, bukan tak mungkin akan semakin lama terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

2. Dia hanya masa lalu kamu

Sesakit apa pun terhadap mantan, selalu ingat, dia sudah menjadi masa lalu kamu. Tak ada gunanya terus mendendam dan baper sama dia. Menyiman rasa marah berlarut-larut hanya membuat diri kamu menjadi pendendam.

Bukan tak mungkin, emosi dan dendam dalam diri jika berlarut bisa berdampak pada kesehatan jiwa dan raga kamu. Sebuah studi dari Circulation yang dirilis di The List, emosi yang meningkat dikarenakan sikap kita yang masih memelihara benci pada mantan akan mempercepat denyut jantung dan melonjakkan tekanan darah.

3. Minta dukungan orang-orang terdekat

Sembuh dari luka batin tidak seperti sembuh dari luka fisik. Gunakan waktu untuk memulihkan luka batin karena mantan. Libatkan diri dalam kegiatan positif dan yang paling penting kelilingi diri dengan lingkungan teman-teman dan keluarga yang mendukung kamu untuk move on.

Ambil pelajaran, seberapa buruk kisah cinta kamu dan mantan, selalu ada pelajaran yang bisa membuat hidup kita lebih baik. Dan perlu diingat bahwa selalu lebih baik sendiri daripada bersama seseorang yang tidak menghargai dan selalu berbuat curang dalam hubungan.

Nah, sudah dong, benci mantan. Sudah bukan waktunya lagi. Sekarang waktunya kita untuk melangkah maju dan buktikan bahwa kita memang layak dicintai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here