Belum Juga Diusulkan Partai Pengusung, Wagub : Now Or Never !!!

0
226

BengkuluKito.Com,- Polemik Wakil Gubernur yang akan mendampingi Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah belum juga tuntas, setelah dilantik Presiden RI, Jokowi pada tanggal 10 Desember 2018 yang lalu menjadi Gubernur defenitif dengan sisa masa jabatan sampai 2021 nanti harusnya beliau sudah harus mempunyai Wakil untuk membantu kerja-kerja pembangunan Provinsi Bengkulu.

Namun, sudah hampir tujuh bulan Wakil Gubernur Bengkulu yang ditunggu masyarakat belum juga ada. Bakal calon nama Wakil Gubernur yang harusnya diusulkan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung pada saat pilkada 2015 yang lalu melalui Gubernur menyerahkan dua nama untuk mengusulkan ke DPRD lalu diparipurnakan oleh DPRD.

Disampaikan salah satu Tokoh Pemuda Masyarakat Bengkulu, Aan Julianda S.H,. M.H, Senin (24/6/2019), mekanisme ini sudah diatur pada Undang-undang pemilu Nomor 10 tahun 2016 pasal 176 ayat (1) dan (2) dan ayat (4) tentang sisa masa jabatan.

Kemudian, soal sisa masa jabatan ini juga dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusun Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Apabila sisa masa jabatan itu lebih dari 18 bulan masa jabatan, sambung Aan, maka wajib DPRD memilih kekosongan jabatan Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah, sedangkan masa jabatan periodesasi Gubernur sekarang ini sampai bulan Februari 2021 nanti, sehingga Wakil Gubernur ini wajib sifatnya.

“Memang tidak dijelaskan soal jangka waktu mekanisme pengangkatan wakil Gubernur ini, tetapi harusnya proses politik ini tidak berlarut-larut karena betapa pentingnya posisi Wakil Gubernur ini dalam membantu kinerja-kinerja Gubernur,” ungkap Aan.

Seperti, yang kita ketahui banyak agenda-agenda di Provinsi Bengkulu ini yang mendesak dan urgen seperti yang paling mendekat ini adalah Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) dimana Bengkulu sebagai tuan rumah.

Selanjutnya, belum lagi pembangunan TOL dan Khawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang berjalan, karena kedudukan Gubernur dan Wakil Gubernur ini bukan hanya Kepala Daerah tetapi dia juga Wakil Pemerintah pusat di daerah, selain kerja-kerja rutin birokrasi dan pemerintahan tentunya.

Untuk itu, masyarakat menunggu kebijaksanaan dari elit Provinsi Bengkulu ini agar proses pemilihan Wakil Gubernur ini tidak berlama-lama, baik itu dari partai pengusung, Gubernur dan seluruh stakeholder yang terkait terhadap proses pemilihan Wakil Gubernur ini.

Maka, kata Aan, Para elit harus segera menjelaskan ke publik terkait lambatnya proses pemilihan Wakil Gubernur Bengkulu ini atau segera tuntaskan dan jangan sampai ini menimbulkan prasangka yang tidak baik di masyarakat.

“Proses ini segera diselesaikan dalam satu atau dua bulan ini, karena beberapa bulan lagi Provinsi Bengkulu sudah melakukan tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur periode 2021-2025 jangan sampai proses pemilihan wakil gubernur ini saja belum tuntas tetapi para elit sudah disibukan dengan persiapan pilkada 2020 nanti,” pungkasnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here