Vonis Hakim PN Kepahiang 1 Tahun dan Denda 1,5 Miliar, Cermin Keadilan ‘Dipasung’ Aturan

0
197

BengkuluKito.Com, Adanya putusan hakim yang dirasa berat dan tidak adil oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Kepahiang dengan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp. 1,5 milar kepada Hermanto Bin Nusirwan (43), warga Desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang menimbulkan banyak tanggapan.

Menurut Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH hakim telah ‘dipasung’ oleh aturan perundang-undangan, bukan berdasarkan keyakinan dan fungsi hakim di lingkungan sosial.

“Miris sekali putusan tersebut, bukan bermaksud intervensi pokok perkara atau fakta persidangan, tapi saya melihat majelis hakim sudah ‘dipasung’ oleh aturan dan ancaman pidana yang diatur oleh UU,” terang pengacara senior Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH

“Saya sering tangani masalah ini, tidak begitu juga besarnya hukuman, apalagi dilihat dari hukum sebagai social engenering, hukum jangan dilihat dari efek jera dengan hukuman berat dan sebesar denda itulah, tapi hukum melihat pada keadilan substansial dan proforsional,” ujar usin.

Untuk diketahui, putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim yang diketuai Dr. Rimdan, SH, MH., dan anggota Irwin Zaily SH, MH., Yongki, SH dibacakan hari ini Jumat (14/6/2109).

Menurut Majelis Hakim, Hermanto tidak terbukti menebang hutan, namun terbukti merusak sarana dan prasarana hutan berupa pos polisi hutan di jalan lintas Bengkulu-Kepahiang dengan menjadikan wilayah disamping pos tersebut warung untuk berjualan.

Majelis Hakim juga menyatakan Terdakwa Hermanto terbukti merusak papan peringatan yang terlah lama terkubur dalam ditanah.
”Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar 1,5 miliar rupiah subsider 6 bulan kurungan kepada Terdakwa” ujar Ketua Majelis Hakim.

Putusan tersebut tidak bulat, salah satu hakim anggota berbeda pendapat (dissenting opinion), dengan pertimbangan UU P3H tidak tepat dikenakan pada Terdakwa Hermanto, UU tersebut dibuat untuk kejahatan perusakan hutan yang terorganisir. (RC)

Leave a Reply