‘Dewa Bermuda’, Siap Jadi Karang Taruna Percontohan di Kota Bengkulu

0
93

BengkuluKito.Com, – Organisasi kepemudaan di Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar, yakni Karang Taruna ‘Dewa Bermuda’ siap menjadi karang taruna percontohan yang berkualitas di Kota Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Karang Taruna Dewa Bermuda, Ari Gomboy, saat membantu dan menghadiri kegiatan sosial berbagi bersama ratusan anak yatim piatu yang digelar oleh Usin Abdisyah Putra Sembiring dan Hipo, Minggu (2/6/2019) malam di Jalan Kapuas Raya.

Disampaikan Ari, dari awal Karang Taruna Dewa Bermuda siap mensupport kegiatan-kegiatan yang berbentuk kemasyarakatan ataupun sosial. Sehingga, kedepan Karang Taruna Pagar Dewa dapat menjadi percontohan bagi karang taruna-karang taruna lainnya di Provinsi Bengkulu, sebagai karang taruna yang berkualitas.

Sejauh ini, sambung Ari, pihaknya sudah menyusun struktur pengurus dan menyiapkan beberapa program kerja pasca menerima SK dari Lurah Pagar Dewa beberapa waktu lalu.

Beberapa poin penting dalam program kerja tersebut yakni, peningkatan kapasitas pengurus dan anggota berupa pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk pelatihan. Kemudian, bakti sosial, sadar hukum, dan juga peringatan hari-hari besar.

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota DPRD Provinsi Bengkulu terpilih, Usin Abdisyah Putra Sembiring mengatakan Karang Taruna Pagar Dewa ini salah satu bentuk kemajuan, karena karang taruna di Kota Bengkulu ini pada faktanya merosot sebab tidak ada perhatian baik dari pemerintah kota maupun provinsi.

Ketua Karang Taruna Dewa Bermuda, Ari Gomboy, saat diskusi bersama Usin Abdisyah Putra Sembiring.

“Sama aja nggak ada perhatian untuk mengembangkan karang taruna ini. Harusnya sudah ada program kelurahan yang menjamah program-program dari karang taruna. Jadi dana pendampingan itu harus ada di kelurahan, kecamatan. Sekarang kita pertanyakan kenapa program-program itu tidak menyentuh karang taruna? itulah yang menjadi masalah,” bebernya.

Jadi, sambung Usin, harus disegerakan karena posisi organisasi yang terkecil itu dikarang taruna, dan hal tersebut menjadi wadah anak-anak muda atau milenial.

“Kalau tidak, mereka akan terhasut dengan hoax atau berita bohong, dan kalau kita mau melakukan pendidikan, pelatihan, mengentaskan kemiskinan, menurunkan pengangguran, ini bisa disusun program-program yang memang padat karya dan itu bisa dilakukan,” jelasnya.

Hal itu bisa dilakukan, lanjut Usin, sepanjang ditingkat kelurahan ini, atau tingkat kota, provinsi, karang tarunanya juga giat dan eksis, sehingga itu akan dibantu oleh pemerintah.

“Artinya, munculnya karang taruna di Pagar Dewa ini aku fikir sudah suatu kemajuan karena maaf omong karang taruna itu sekarang sudah mulai punah dan harus dibangkitkan kembali. Lewat karang taruna inilah bisa kita menurunkan pengangguran,” ujarnya.

Misalanya begini, kata Usin, dana desa itu ada dana untuk pendidikan, jika saja satu desa itu dilakukan pendidikan kesamaptaan, buat sertifikasi untuk pemuda di desa itu bisa menjadi satpam atau hansip atau security, ini bisa diberdayakan.

Karena sekarang untuk satpam pengamanan itu harus ada sertifikat. “Nah di kelurahan-kelurahan juga melakukan hal yang sama. Dana kelurahan itu mana? Dana kelurahan itu habis dengan ATK-ATK, administrasi di kantor, tapi program-program nggak ada. Justru dana kelurahan ini akan dikembangkan oleh pemerintahan sekarang,” ucapnya.

Alokasinya sudah ada, jangan sampai kelurahan yang tidak pernah pegang uang sama dengan kades-kades yang punya dana desa tapi tidak bisa berorientasi untuk bagaimana menurunkan pengangguran dari dana desa tersebut.

“Jadi harus ada sumber dana untuk kepemudaan, dan itu bisa kok bukan tidak bisa. Sebaiknya nanti Karang Taruna Pagar Dewa ini menjadi percikan api terhadap kebangkitan energi kaum muda di Kota Bengkulu. Merambat ke kecamatan-kecamatan lainnya, baik pembentukan karang taruna kecamatan, kota, maupun provinsi,” harapnya.

Dari situ, terang Usin, mereka bisa menghadap ke dewan, datang ke dewan kota untuk minta di anggarkan karena organisasi ini jelas dan sudah ada SK nya. Tetapi, memang dibuat program peningkatan sumber daya pemuda dan itu bisa dilakukan dan nantinya bisa dianggarkan di kota.

“Kita juga akan bantu memberdayakan, kalau pemerintah nggak bisa bilang kami nggak sanggup, gitu aja. Artinya biarkan karang taruna ini bebas mandiri. Memang sebaiknya karang taruna itu bebas mandiri, mencari pemberdayaan sendiri melalui kreatifitas-kreatifitas, program-program produktifitas, padat karya, dan itu bisa dipasarkan online,” tutupnya. (JR)

Leave a Reply