Gelar Aksi, Ini 7 Pernyataan Sikap IMM Bengkulu

0
109

BengkuluKito.Com,- Pasca pesta Demokrasi, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Bengkulu menggelar seruan aksi di Simpang Lima Ratu Samban, Kota Bengkulu, Jum’at (24/5/2019).

Hal tersebut dilakukan untuk menyatakan sikap terhadap situasi demokrasi Indonesia berada diposisi yang sedang tidak baik.

Kata salah satu Pengurus, IMM Bengkulu, Afri, saat ini IMM Bengkulu menilai Pemilu tahun 2019 memang diwarnai berbagai macam polemik, mulai dari maraknya isu kecurangan hingga mencatat ratusan petugas pemilu meninggal dunia saat melaksanakan tugasnya.

“Pemilu kali ini dianggap telah menorehkan catatan hitam bagi sejarah demokrasi Indonesia dan aksi yang kami gelar ini untuk kepentingan umat dan kemanuasian karena banyak korban Pemilu 2019, namun elit-elit di Indonesia tidak peduli dan hanya mementingkan kelompoknya sendiri,” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua DPP IMM Bengkulu, Iqbal, menambahkan agar Pemerintah segera membentuk tim gabungan pencari fakta atas marak beredarnya isu kecurangan.

“Pemerintah segera membentuk tim gabungan pencari fakta terhadap penyelenggaraan Pemilu yang meninggal dunia karena telah melanggar Hak Asasi Manusia,” bebernya.

IMM menyampaikan 7 pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Lakukan otopsi petugas pemilu yang gugur dalam tugas.
2. Selesaikan pemilu secara adil, konsititusional dan beradab
3. Stop pembungkaman demokrasi dan penyalahgunaan kekuasaan.
4. Meminta kepada TNI – Polri, Bawaslu, KPU, Pers dan aparatur yang terlibat untuk profesional dalam mengawal proses pemilu dan pasca pemilu.
5. Meminta kepada negara untuk membentuk tim pencari fakta atas beredarnya isu kecurangan pemilu 2019
6. Mengimbau serta mengajak masyarakat Bengkulu, untuk tidak terprovokasi dengan situasi politik yang lagi memanas
7. IMM Bengkulu memandang Indonesia sebagai Darul Ahdi Wa Syahada.

Sementara itu, terkait dengan adanya aksi yang dilakukan IMM Bengkulu mendapatkan respon dari salah satu tokoh masyarakat Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring.

Saat dikonfirmasi BengkuluKito.Com, Usin mengatakan, aksi yang dilakukan adik-adik mahasiwa IMM Bengkulu sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada Para Pihak.

“Ya, aksi yang dilakukan adik-adik mahasiswa IMM Bengkulu merupakan wujud kebebasan pendapat, saya apresiatif aksi mereka karena tidak menimbulkan aksi yang anarkis dan dapat merugikan berbagai pihak,” kata Usin yang juga merupakan salah satu aktivis  Reformasi tahun 1998 ini.

Lebih lanjut, Usin mengajak masyarakat Provinsi Bengkulu mewaspadai pihak yang akan memperkeruh suasana seperti yang terjadi di Jakarta hingga sampai memakan korban jiwa.

“Mereka sudah tau siapa mahasiswa dan bukan, yang harus dijaga aksi adik mahasiswa tidak disusupi atau diprovokasi pihak luar, hingga berbenturan dengan aparat sampai memakan korban jiwa, karena banyak kepentingan politik dalan situasi ini” tandasnya.

Untuk diketahui, selain menyuarakan aksi terkait pasca pesta Demokrasi, IMM Bengkulu juga menampilkan teatrikal sindirian terkait Pemilu tahun 2019. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here