Seruan Tolak People Power Berlanjut

0
67

BengkuluKito.Com,-Seruan penolakan aksi People Power ataupun yang akhir-akhir ini menjadi gerakan kedaulatan rakyat terus berlanjut disuarakan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Provinsi Bengkulu, Organisasi Masyatakat, serta seluruh elemen yang ada di Provinsi Bengkulu.

Hal tersebut dilakukan saat melakukan acara buka puasa bersama di Gedung Adem Mapolda Bengkulu, Kamis (16/5/2019).

Dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof. Rohimin, agar masyarakat Provinsi Bengkulu jangan terpancing isu dan Provokasi People Power.

“Pemilu telah berlangsung sesuai dengan aturan, apapun hasilnya harus bisa diterima seluruh peserta pemilu dan masyarakat,” katanya.

Terlebih lagi, lanjut Rohimin, di bulan rahmat yakni bulan Ramadhan hendaknya masyarakat menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat silaturahmi, persatuan dan kesatuan yang sempat terkoyak akibat pemilu.

“Sudah saatnya kembali merajut silaturahmi, persatuan dan kesatuan, jadikan pribadi yang memiliki power untuk menampilkan kebaikan,” tandas Rohimin.

Disisi lain, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman menyampaikan juga apresiasi atas terselenggaranya pemilu tahun 2019 di Bengkulu yang berlangsung damai, aman dan lancar.

“Terima kasih untuk seluruhnya, baik dari penyelenggara KPU dan Bawaslu serta seluruh elemen yang turut membantu mensukseskan pemilu tahun 2019 hingga berjalan dengan damai, sejuk dan lancar,” singkat Supratman.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra yang mengatakan KPU dan jajarannya didukung Bawaslu juga TNI dan Polri telah berupaya menyelenggarakan pemilu secara adil dan sesuai aturan pemilu.

Selain itu, Irwan juga mengapresiasi yang tinggi atas meningkatnya partisipasi pemilih di Provinsi Bengkulu yang mencapai 80 persen lebih.

“Terimakasih kami sampaikan kepada semua elemen masyarakat, Bawaslu, TNI dan Polri atas peran sertanya mensukseskan pemilu tahun 2019 di Bengkulu,” ucap Irwan.

Irwan juga menghimbau agar semua masyarakat menunggu hasil akhir pemilu yang akan ditetapkan oleh KPU Pusat nantinya.

“Masyarakat dimohon bersabar dan tetap menunggu hasil resmi dari KPU Pusat,” tutupnya.

Terkait dengan people power, sebelumnya sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan juga tokoh pemuda juga telah menyatakan penolakan dengan ajakan people power, Usin Abdisyah Putra Sembiring salah satu tokoh masyarakat Provinsi di Bengkulu yang secara tegas menolak people power.

Menurutnya Usin, people power bukanlah dilandasi oleh kepentingan politik tertentu, jika itu dilandasi kepentingan politik kekuasaan, maka itu bukan people power.

“Negara ini baik-baik saja, kenapa harus terjadi people power, soal kalah dan menang dalam politik itu biasa, jadi disikapi biasa saja,” kata Usin.

Usin yang juga mantan akivias 98 menambahkan, ajakan people power sudah seharusnya ditolak semua elemen masyarakat, karena itu murni kepentingan politik dan negara ini adalah negara hukum, segala sesuatu harus punya dasar hukum.

“Jika soal pemilu, aturannya sudah sangat jelas, yang tidak puas dengan hasil telah disediakan ruang untuk melakukan gugatan, jadi jangan membuat aturan sendiri,” tandasnya.

Diketahui dalam kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Bengkulu beserta jajarannya, Ketua MU Provinsi Bengkulu, Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Kabinda, Sekda Provinsi Bengkulu, tim sukses Prabowo-Sandi dan juga tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin, para tokoh pemuda, tokoh masyarakat, Ketua partai politik, Ketua Nahdlatul Ulama Provinsi Bengkulu, Ketua PW Muhammadiyah Bengkulu, pengurus organisasi kepemudaan dan perwakilan.

Leave a Reply