Hati-Hati Kurma Mengandung Formalin Dijual Bebas

0
34

BengkuluKito.Com,- Makanan takjil menu buka puasa kurma di bulan suci Ramadhan sangatlah banyak peminatnya, bagaimana tidak, kurma hanya banyak dijumpai waktu bulan suci ramadhan karena rasa khasnya yang bisa membuat lidah masyarakat ketagihan dan nyaman mengkonsumsinya.

Akan tetapi dari hal seperti itulah yang harus membuat masyarakat Provinsi Bengkulu lebih berhati-hati karena semakin banyak kurma di pasarkan maka semakin banyak juga niat-niat yang timbul dari penjual kurma yang berbuat nakal.

Sebab dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Bengkulu ditemukan kandungan formalin dalam kurma yang dijual dan dipasarkan di Kabupaten Kaur.

Hasil ini terungkap setelah sebelumnya DKP Provinsi Bengkulu bersama dengan DKP Kaur melakukan pengambilan sample pada Senin (13/5/2019) di salah satu pasar terbesar di Kabupaten Kaur.

Pemeriksaan Kurma

Kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kaur, Wardiman, Kamis (16/5/2019), ya dari hasil pengecekan sample memang ditemukan ada kandungan formalin pada kurma siap santap.

“Selain kurma, beberapa makanan yang sering dikonsumsi langsung oleh warga juga diperiksa petugas yakni buah Anggur, Apel Merah, Apel Putih, Pir, termasuk kandungan uji zat pemutih pada beras,” ucapnya.

Namun dari berbagai sample yang dilakukan uji itu, lanjut Wardiman, hanya kurma yang positif mengandung formalin dan untuk makanan yang lain negatif.

“Yang melakukan pemeriksaan DKP Provinsi dan dalam hal ini kita hanya memfasilitasi saja,” katanya.

Dijelaskannya, khusus untuk kurma yang mengandung formalin banyak ditemukan dalam kurma yang dijual bebas tanpa kemasan yang baik, sehingga diyakini untuk mengawetkan kurma itu dari pengiriman awal dilakukan pencampuran formalin sebagai formula untuk pengawetan kurma yang akan dijual.

“Meski begitu, belum ada tindak penyitaan atau yang lainnya dan hasil temuan dengan menggunakan alat tes ini akan diserahkan ke BPOM Provinsi Bengkulu untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, tim penguji yakni Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful mengatakan tim yang bekerja dalam pengawasan pangan itu juga melakukan pengecekan kepada sayur mayur mulai dari kacang panjang, kacang buncis, tomat, timun, cabe besar, sawi, daun bawang dan wortel.

“Untuk sayur mayur ada beberapa yang positif mengandung pestisida atau pembasmi hama namun menurutnya ini tidak terlalu bahaya karena sayurannya belum siap saji perlu dimasak dan dicuci sehingga pestisida akan larut,” jelasnya.

Untuk itu, Yenita Syaiful mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mencuci bersih bersih sayur mayur sebelum dimasak sehingga kandungan pestisida dapat hilang dan aman dikonsumsi oleh warga.

Sebab, lanjut Yenita, sedikit banyak kandungan ini bila langsung disantap oleh masyarakat tentu dapat membahayakan.

“Kepada penjual sayur mayur sebelum dijual dengan masyarakat sebaiknya sayur mayur dicuci terlebih dahulu,” tutupnya. (RC)

Leave a Reply